Berbekal setangkai bunga kertas yang dibeli di kawasan Malioboro Yogyakarta, kini usaha bunga kertas Mahmidah (24) laris manis. Warga Dusun Ngabean, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul kini bisa menjual bunga kertas sehari mencapai 600 tangkai.
Bahkan hasil karyanya oleh pengepul bunga kertas telah dikirim hingga negara timur tengah khususnya Arab Saudi. Usaha yang ditekuninya saat ini pun diikuti oleh para tetangganya karena tergiur akan kesuksesan memproduksi bunga kertas.
Memang, usaha home industry kini tak hanya sekadar jualan kue dan bunga kertas saja, bahkan berkembang ke usaha kerajinan dari tempurung kelapa yang harganya tak kalah dengan bunga kertas.
Menurut Mahmidah, usaha bunga kertasnya dirintis pada 2001. Kala itu, bersama suami, dia mencoba peruntungan membuka usaha kecil-kecilan. Bermodal hanya Rp2 juta, kegigihannya dalam mengembangkan usaha kini merambah ke luar negeri.
"Saya mengenal seni merangkai bunga dari perajin di Dongkelan, Sewon. Kala itu saya bermimpi punya usaha sendiri," ujarnya, saat ditemui di Bantul, Minggu (15/11/2009).
Untuk memberdayakan perempuan di Ngabean, dia sengaja mempekerjakan warga Ngabean dengan upah yang bervariasi. Mulai dari Rp7.000 hingga Rp12.000. Tidak hanya merangkai di kiosnya, pekerja bisa merangkai di rumah masing-masing dengan sistem borongan.
"Kami melihat perempuan di Ngabean tidak ada kerjaan. Dengan usaha mandiri kami mencoba memberdayakan mereka," katanya.
Per hari, 15 pekerja mampu merangkai 600 biji bunga. Konsumen bebas memilih motif bunga dengan harga sebesar Rp850 per tangkai. Bersama keluarga, dia mampu menjual produknya hingga Saudi Arabia. Sedang, Malioboro dan Kasongan menjadi sasaran pasar domestik.
Selain itu, dirinya biasa mendatangkan lembaran-lembaran lontar dari Jawa Timur dengan harga Rp6 juta setiap truk. Daun-daun lontar asal Jatim menurutnya memiliki kualitas baik dibanding daerah lain.
Bagi Mahmidah, membangun kepercayaan konsumen menjadi kunci kesuksesan usaha. Dengan sistem getok tular, dia biasa membangun pemasaran hingga merambah ke mancanegara.
Dia menuturkan, perkembangan usahanya tidak berjalan instan, butuh proses panjang dalam menjaring konsumen. Bahkan, dia sempat pesimis dengan maraknya usaha bunga kertas di DIY.
"Saya menyadari sepenuhnya membangun usaha butuh kesabaran. Kami terus bertahan dengan membangun kepercayaan konsumen," imbuhnya.
Setiap bulan, usahanya mampu meraup pendapatan sebesar Rp15 juta. Kelebihan dari bunga kertas buatannya yakni lebih awet, dengan perawatan yang gampang. Caranya, hanya menjaga bunga-bunga itu tetap kering.
Konsumen pun bisa menikmati bunga kertas sebagai hiasan rumah dalam pot-pot keramik. "Karena kualitasnya itu juga hasil kerajinan saya bahkan saat ini telah diekspor hingga ke Arab Saudi. Meski untuk ekspor itu sudah melalui para pengepul terlebih dahulu," pungkasnya.
Ngadirah (37) salah seorang perangkai bunga di rumah Mahmidah mengatakan kecintaan merangkai bunga bermula dari masa kecil di dusun itu. Permainan masa kecil menyimpan memori, sehingga membuatnya terampil.
Awalnya, dia kesulitan memadupadankan aneka warna pada bilah bambu yang berbalut daun lontar. Sebagai buruh serabutan, dalam sehari, ibu dua anak ini bisa memperoleh tambahan penghasilan sebesar Rp8.000 per hari.
Dia bisa menghasilkan 50 rangkaian bunga setiap pagi. "Saat musim libur atau jelang tahun baru, kami lembur karena banyak pesanan dari luar daerah," ujarnya. (Daru Waskita/Trijaya/ade)
04 Desember 2009
Menanti Semerbak Teh Indonesia di Hong Kong
Pemerintah Indonesia, melalui Konsulat Jenderal Hong Kong, sedang mendorong potensi bisnis teh dari Indonesia ke Hong Kong melalui penjualan langsung.
Konsul Ekonomi Konjen Hong Kong Dicky Soerjanatamihardja mengatakan potensi bisnis teh dari Indonesia sangat besar karena pasarnya bukan hanya di Hong Kong, tapi juga Cina. Mulai tahun ini, pemerintah mengupayakan perintisan direct-selling teh Indonesia ke Hong Kong melalui berbagai negosiasi hingga pameran.
Pasarnya sangat menjanjikan karena Hong Kong menjadi salah satu wilayah di dunia dengan konsumsi teh hitam terbesar dan budaya minum teh menjadi penting di sini.
"Kita tidak menyadari potensi pasar Hong Kong sebagai salah satu konsumen teh hitam terbesar di dunia. Selama ini kita hanya mengekspor ke Belanda dan Inggris. Tahun ini kita mendorong teh masuk ke Hong Kong dan Cina," tuturnya ketika ditemui Kompas.com dan Jakarta Post di booth Konsulat Jeneral Indonesia di World SME Expo dan Inno Design Tech Expo di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Kamis (3/12).
Dicky mengatakan selama ini teh Indonesia sering dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Dibeli dari pelelangan dengan harga murah dan diberi merk perusahaan tersebut.
Namun dari pengalaman sejak awal tahun ini, lanjutnya, direct-selling membuka kesempatan menjual teh murni dengan harga di atas rata-rata harga lelang. Saat ini, ungkap Dicky, pelakunya baru perkebunan PTP yang mengirimkan paling tidak empat kontainer setiap bulannya, baik jenis teh hijau maupun teh hitam.
Untuk tahun 2010, Dicky enggan mengungkapkannya. Menurutnya, Konsulat hanyalah fasilitator. Perusahaanlah yang berhak menetapkan target penjualan.
KOMPAS.com Caroline Damanik
Konsul Ekonomi Konjen Hong Kong Dicky Soerjanatamihardja mengatakan potensi bisnis teh dari Indonesia sangat besar karena pasarnya bukan hanya di Hong Kong, tapi juga Cina. Mulai tahun ini, pemerintah mengupayakan perintisan direct-selling teh Indonesia ke Hong Kong melalui berbagai negosiasi hingga pameran.
Pasarnya sangat menjanjikan karena Hong Kong menjadi salah satu wilayah di dunia dengan konsumsi teh hitam terbesar dan budaya minum teh menjadi penting di sini.
"Kita tidak menyadari potensi pasar Hong Kong sebagai salah satu konsumen teh hitam terbesar di dunia. Selama ini kita hanya mengekspor ke Belanda dan Inggris. Tahun ini kita mendorong teh masuk ke Hong Kong dan Cina," tuturnya ketika ditemui Kompas.com dan Jakarta Post di booth Konsulat Jeneral Indonesia di World SME Expo dan Inno Design Tech Expo di Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Kamis (3/12).
Dicky mengatakan selama ini teh Indonesia sering dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Dibeli dari pelelangan dengan harga murah dan diberi merk perusahaan tersebut.
Namun dari pengalaman sejak awal tahun ini, lanjutnya, direct-selling membuka kesempatan menjual teh murni dengan harga di atas rata-rata harga lelang. Saat ini, ungkap Dicky, pelakunya baru perkebunan PTP yang mengirimkan paling tidak empat kontainer setiap bulannya, baik jenis teh hijau maupun teh hitam.
Untuk tahun 2010, Dicky enggan mengungkapkannya. Menurutnya, Konsulat hanyalah fasilitator. Perusahaanlah yang berhak menetapkan target penjualan.
KOMPAS.com Caroline Damanik
PT PAL Buat Kapal Perusak Kawal Rudal
Hal tersebut disampaikan Direktur PT PAL Indonesia Harsusanto kepada Kompas, Rabu (2/12). Menurut Harsusanto, berhubung ini adalah kapal pertama, pihaknya bekerja sama dengan pihak lain. ”Kami sudah bisa bikin struktur kapalnya, tetapi untuk sistem elektroniknya kami harus kerja sama dengan pihak yang sudah pengalaman. Jadi, kami perlu sharing contract (kontrak bersama),” kata Harsusanto.
Kerja sama dengan pihak asing ini juga ditargetkan untuk adanya alih teknologi. Pengerjaan kapal yang harus dilakukan di PT PAL Indonesia juga membuat komponen lokal akan dipakai.
Menurut Harsusanto, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk membuat kapal perang perusak kawal rudal (PKR) yang pertama. Harga satu kapal mencapai 170 juta euro. Setelah itu, dengan selang waktu masing-masing 6 bulan bisa diluncurkan lagi kapal PKR yang kedua dan ketiga.
Saat ini, menurut Harsusanto, kontrak memang belum ditandatangani. Namun, sebagai bagian dari program 100 hari Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, ia mengharapkan kontrak akan ditandatangani bulan Januari 2010. ”Empat tahun kemudian, kita sudah bisa luncurkan PKR,” kata Harsusanto.
Kapal LST
Selain kapal PKR, PT PAL juga berencana memproduksi kapal pendarat tank serbu atau landing ship tank (LST) dalam waktu dua tahun mendatang. Menurut Harsusanto, pihaknya telah menerima rancangan LST dari TNI Angkatan Laut. Kapal angkut sepanjang 117 meter ini merupakan kapal modern.
Secara terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Agus Suhartono berkomitmen mendukung berkembangnya industri pertahanan dalam negeri. Menurut dia, TNI AL berkomitmen akan memilih untuk membuat kapal di dalam negeri seandainya industri dalam negeri telah mampu.
KSAL optimistis melihat arah industri dalam negeri untuk pembuatan alutsista tersebut. ”Kita minggu lalu sudah luncurkan kapal LPD KRI Banjarmasin,” kata Agus Suhartono mengenai kapal landing platform deck (LPD) terbaru milik TNI Angkatan Laut.
Harsusanto menyatakan, setelah KRI Banjarmasin, PT PAL akan meluncurkan kapal LPD lainnya, KRI Banda Aceh, pada bulan Juni 2010.
sumber kompas
Tiga Perempuan Peneliti Indonesia Raih "L'Oreal Fellowships"
Demikian hal itu diungkapkan oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman dalam sambutan penganugerahan L'Oreal Indonesia Fellowships for Women in Science kepada tiga perempuan muda peneliti Indonesia, Kamis (3/12) malam, di Hotel The Rizt Carlton, Jakarta.
"Ini membuktikan bahwa perempuan sangat diperlukan dalam dunia penelitian yang sangat berharga bagi masa depan dunia," ujarnya.
Adapun ketiga perempuan peraih L'Oreal Indonesia Fellowships for Woman in Science tersebut adalah Dr. rer. nat Kartika Senjarini (dosen dan peneliti Universitas Jember) dan Sidrotun Naim, S.Si, M.Mar. St (asisten akademik SITH ITB Bandung) untuk kategori life science, serta Dr Eng Hendri Widiyandari, M.Si (dosen Fakultas MIPA Universitas Diponegoro Semarang) untuk kategori material science. Kepada tiga perempuan peneliti tersebut diberikan hadiah uang yang masing-masing senilai Rp 60 juta.
sumber kompas
03 Desember 2009
Ternyata Tanaman Asli Indonesia Miliki Potensi Obat Anti HIV/AIDS
Banyak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai anti-HIV/AIDS, tetapi belum diuji skrining hingga menjadi obat yang diakui.
"Justru skrining terhadap tanaman herbal tropis anti-HIV banyak dilakukan negara-negara maju seperti AS atau Eropa," kata pakar biomedik Suprapto Ma’at di Jakarta, Rabu (2/12).
Suprapto mengatakan skrining itu diawali dengan penentuan sitotoksisitas ekstrak terhadap kultur sel yang telah diinveksi HIV, hingga skrining terhadap fraksi ekstrak tanaman untuk diketahui mana yang memiliki aktivitas mantap sebagai anti-HIV.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mencontohkan, dari hasil penelitian Barat terhadap kunyit (curcuma domestika/longa) diketahui pigmen berwarna kuningnya ternyata memiliki efek farmakologik seperti antitumor, aktivitas anti infeksi, anti-inflamasi dan dapat menghambat aktivitas enzim integrase HIV-1.
Acemannan yang merupakan polisakarida asetilasi dari lidah buaya (aloe vera) yang diteliti laboratorium di AS dan di Kanada, ternyata bersifat antitumor, imunostimulan, dan antiviral.
Diterpenoid lakton yang terdapat pada sambiloto (andrographis paniculata) dapat menghambat pertumbuhan virus HIV-1 maupun virus HIV-2 dan dipatenkan di Universitas Bastyr dengan nama AndroVir.
Penelitian terhadap akstrak meniran (phyllanthus niruri) bekerja sebagai anti-viral dan imunostimulator (perangsang imunitas) pada penderita HIV/AIDS.
Ekstrak buah mengkudu (morinda citrifolia) telah dipatenkan sejumlah peneliti di negara maju sebagai antiinfeksi dan antikanker.
Ekstrak Bratawali (tinospora cordifolia) mampu menurunkan gejala yang terjadi pada infeksi HIV seperti mual, muntah, anoreksia dan lemah.
Ekstrak jambu biji (psidium guajava) sebagai penghambat virus HIV dan meringankan efek samping penderita HIV, seperti diare.
Agar peneliti Indonesia bisa lebih aktif melakukan pencarian obat anti-HIV dari berbagai tanaman asli tropis, perlu dibangun laboratorium khusus virus dan laboratorium kultur sel, meski lab ini membutuhkan investasi sangat besar.
Ia mengatakan China yang sudah melakukan skrining terhadap tanaman anti-HIV terhadap 5.000 spesies tanaman obat, hanya menghasilkan sekitar 90 spesies yang menunjukkan aktivitas anti-HIV atau hanya sekitar 13 persen saja.
Sejauh ini penanganan HIV/AIDS mengandalkan HAART (Highly active antiretroviral therapy) yang diperkenalkan sejak 1996, yang mencakup kombinasi tiga obat kimia yang berasal dari sedikitnya dua jenis agen antiretroviral.
HAART membuat adanya stabilisasi gejala dan meningkatkan waktu bertahan penderita antara 4-12 tahun, tetapi tidak menyembuhkan pasien dari HIV dan bisa kambuh kembali setelah perawatan berhenti.
"Dengan demikian pasien HIV membutuhkan obat alternatif pendamping dan potensi obat herbal perlu terus digali," katanya.
sumber tribun timur
"Justru skrining terhadap tanaman herbal tropis anti-HIV banyak dilakukan negara-negara maju seperti AS atau Eropa," kata pakar biomedik Suprapto Ma’at di Jakarta, Rabu (2/12).
Suprapto mengatakan skrining itu diawali dengan penentuan sitotoksisitas ekstrak terhadap kultur sel yang telah diinveksi HIV, hingga skrining terhadap fraksi ekstrak tanaman untuk diketahui mana yang memiliki aktivitas mantap sebagai anti-HIV.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mencontohkan, dari hasil penelitian Barat terhadap kunyit (curcuma domestika/longa) diketahui pigmen berwarna kuningnya ternyata memiliki efek farmakologik seperti antitumor, aktivitas anti infeksi, anti-inflamasi dan dapat menghambat aktivitas enzim integrase HIV-1.
Acemannan yang merupakan polisakarida asetilasi dari lidah buaya (aloe vera) yang diteliti laboratorium di AS dan di Kanada, ternyata bersifat antitumor, imunostimulan, dan antiviral.
Diterpenoid lakton yang terdapat pada sambiloto (andrographis paniculata) dapat menghambat pertumbuhan virus HIV-1 maupun virus HIV-2 dan dipatenkan di Universitas Bastyr dengan nama AndroVir.
Penelitian terhadap akstrak meniran (phyllanthus niruri) bekerja sebagai anti-viral dan imunostimulator (perangsang imunitas) pada penderita HIV/AIDS.
Ekstrak buah mengkudu (morinda citrifolia) telah dipatenkan sejumlah peneliti di negara maju sebagai antiinfeksi dan antikanker.
Ekstrak Bratawali (tinospora cordifolia) mampu menurunkan gejala yang terjadi pada infeksi HIV seperti mual, muntah, anoreksia dan lemah.
Ekstrak jambu biji (psidium guajava) sebagai penghambat virus HIV dan meringankan efek samping penderita HIV, seperti diare.
Agar peneliti Indonesia bisa lebih aktif melakukan pencarian obat anti-HIV dari berbagai tanaman asli tropis, perlu dibangun laboratorium khusus virus dan laboratorium kultur sel, meski lab ini membutuhkan investasi sangat besar.
Ia mengatakan China yang sudah melakukan skrining terhadap tanaman anti-HIV terhadap 5.000 spesies tanaman obat, hanya menghasilkan sekitar 90 spesies yang menunjukkan aktivitas anti-HIV atau hanya sekitar 13 persen saja.
Sejauh ini penanganan HIV/AIDS mengandalkan HAART (Highly active antiretroviral therapy) yang diperkenalkan sejak 1996, yang mencakup kombinasi tiga obat kimia yang berasal dari sedikitnya dua jenis agen antiretroviral.
HAART membuat adanya stabilisasi gejala dan meningkatkan waktu bertahan penderita antara 4-12 tahun, tetapi tidak menyembuhkan pasien dari HIV dan bisa kambuh kembali setelah perawatan berhenti.
"Dengan demikian pasien HIV membutuhkan obat alternatif pendamping dan potensi obat herbal perlu terus digali," katanya.
sumber tribun timur
02 Desember 2009
Kapal Perang Pertama Buatan RI

Kali pertama Indonesia bisa bikin kapal perang sendiri. Kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) itu diproduksi PT PAL Indonesia di Surabaya. Sabtu (28/11) pagi tadi setelah diserahkan kepada TNI AL, kapal perang yang diberi nama KRI Banjarmasin 592 itu diresmikan Menteri Pertahanan Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro.
Upacara peresmian dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santodo, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Agus Suhartono, Panglima Komando Armada Timur Laksamana Muda TNI Ignatius Dadiek Surarto, pejabat teras Mabes AL serta Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Kapolda Jatim Irjen Pol Pratiknyo, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Soewarno.
Menhan Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan di atas dek KRI Banjarmasin-592 mengatakan, Indonesia merupakan negara agraris dan 2/3 kawasannya adalah laut. Maka, sudah sewajarnya negeri ini diperkuat pertahanannya di laut.
Terkait diproduksinya kapal ini oleh PT PAL, Purnomo mengaku ini adalah salah satu bentuk bukti bahwa bangsa ini bisa selangkah lebih maju dalam industri pertahanan dalam negeri. ’’Kita pasti bangga bisa memproduksinya sendiri dan merupakan satu bukti industri dalam negeri juga bisa,’’ ujarnya.
KRI Banjarmasin-592 merupakan kapal ketiga dari rencana empat kapal baru jenis LPD yang akan memperkuat Armada kapal perang TNI AL. Dua kapal LPD yang telah memperkuat TNI AL sebelumnya adalah KRI Makassar-590 dan KRI Surabaya-591. Keduanya buatan PT Daewoo International Corporation, Korea Selatan, dan diserahkan kepada TNI AL tahun 2008.
Direktur PT PAL Indonesia Harsusanto mengatakan, sebenarnya empat kapal perang tersebut semuanya dipesan kepada Daewoo. Namun, PT PAL mendapatkan sub dan diberi kepercayaan memproduksi dua unit.
’’Setelah KRI Banjarmasin-592 ini jadi, pihak Korea Selatan mengakuinya. Secara desain dan teknologi, ini murni PT PAL dan itu diakui oleh PT Daewoo,’’ ujarnya ditemui di sela-sela peresmian kapal.
Total investasi kapal ini, kata Harsusanto, 15,8 juta dollar AS (sekitar Rp 156,420 miliar untuk kurs Rp 9.900, red). Ini lebih murah dari harga asli kapal yang berkisar 30 juta-an dollar AS. ’’Hal ini karena beberapa konten seperti mesin dan piranti lain sudah dapat dari Daewoo,’’ tutur dia. ’’Satu kapal berikutnya target selesai Juli 2010,’’ tambahnya.
Selain itu, PT PAL juga berharap sinergi antara pihaknya dengan Departemen Pertahanan dan TNI AL bisa lebih ditingkatkan lagi, khususnya dalam penguasaan teknologi tinggi. Tidak hanya untuk pembangunan kapal baru, tetapi juga meliputi perbaikan dan pemeliharaan kapal-kapal TNI AL yang lain.
’’Ini juga dalam rangka ikut menopang kesiapan operasional kapal dalam menjaga keamanan dan pengamanan perairan wilayah yuridis Indonesia dan dimasa depan Industri Maritim Indonesia dapat berkembang lebih maju,’’ terangnya.
PT PAL sendiri sejak 1980 telah menyelesaikan lebih dari 150 kapal aneka jenis.
Kapal-kapal yang dibeli dengan fasilitas pembiayaan kredit ekspor tersebut berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter.
Dibandingkan dengan dua LPD buatan Daewoo, KRI Banjarmasin 592 mengalami sejumlah penyempurnaan sesuai keinginan TNI AL. Antara lain daya angkut helikopter ditambah dari 3 menjadi 5 (spesifikasi lengkap lihat tabel halaman 1).
Bentuk bangunan atas KRI Banjarmasin 592 mengurangi penampang radar (radar cross section) sehingga membuat kapal lebih sulit ditangkap radar musuh. Kapal juga dilengkapi ruang khusus untuk sistem kendali senjata (fire control system), yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pertahanan diri.
Pembuatan KRI Banjarmasin 592 molor setahun dari jadwal selesai 2008. Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, segi anggaran menjadi kendala utamanya. Secara biaya dan kualitas, kata Menhan, memang ada sedikit kekurangan, tapi bukan berarti semuanya ikut terhambat.
’’Ini ongkos kita untuk mencintai industri dalam negeri dan saat ini memasuki masa transisi. Saya yakin nantinya industri dalam negeri kita bakal lebih berkembang. Kalau industri dalam negeri kita maju, maka pertahanan dalam negeri juga akan maju,’’ paparnya.
Kepada para awak KRI Banjarmasin, Purnomo berpesan tiga hal, antara lain meminta prajurit tidak pernah lelah berlatih. Dengan berlatih, prajurit merasa lebih siap jika negara membutuhkan. Selain itu, prajurit diminta menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya mengingat kapal perang ini dibangun menggunakan uang rakyat.
’’Ini titipan rakyat dan dibangun dengan uang rakyat, jangan sia-siakan amanat rakyat ini. Pegang teguh sumpah prajurit, Insya Allah akan berhasil,’’ tegas mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu sambil menyeka keringat. fqi, tsa
UMN Serpong Diresmikan
UMN yang didirikan Kelompok Kompas Gramedia ini diluncurkan di Hotel Santika Jakarta pada 20 November 2006, dan sejak awal memiliki visi dan misi "Turut Serta Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". Tiang pancang pembangunan Kampus UMN dilakukan pada Jumat, 5 September 2007, oleh Presiden Direktur Kompas Gramedia Jakob Oetama dan Presiden Komisaris PT Summarecon Agung Tbk Soetjipto Nagaria.
Kampus UMN hadir setelah Kompas Gramedia sebagai industri media terbesar dan terdepan di Asia Tenggara, lebih dari 40 tahun berkiprah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui media (buku, surat kabar, majalah, radio, dan multimedia).
Dari situs www.umn.ac.id diperoleh keterangan bahwa Mendiknas Moh Nuh akan memberikan keynote speech bertajuk "Economy Creative in the New Media Era”. Setelah itu, akan digelar seminar yang menampilkan narasumber Dr Clive Graham, MBA, MA, MEd Admin, Dip Ed, Ed D, Cert Mediation, Dip AW Training (Academic Director of Creative Enterprise and the Professional Doctorate at Central Queensland University, Australia) dengan tema “The Rise of Creative Enterprise and the Future of Communication Design” dan Suresh Sethi (product designer) dengan tema ”Deep Social Media”. Suresh pernah bekerja sama dengan Massimo Morozzi and Indian calendar artist untuk merancang perpetual calendar untuk Alessi.
Pembicara seminar lainnya adalah Dr Ninok Leksono (Redaktur Senior Kompas) dengan tema “Journalism in the New Media Era, Rinaldi Firmansyah, CFA (Direktur Utama PT Telkom Indonesia) dengan tema “Interactive TV”, dan Prof Masayuki Nakajima (Tokyo Institute of Technology) dengan tema “Creative Media Contents in the Era of New Media”.
Seminar internasional ini diharapkan memberikan sumbangsih nyata pada masyarakat. Bukan saja inspirasi, melainkan juga kiat-kiat nyata bagaimana menghadapi dan menyikapi perubahan zaman yang terus terjadi.
sumber kompas
01 Desember 2009
Pembuatan Kapal Layar Khas Majapahit Dimulai
Syukuran atas pembuatan kapal layar khas Majapahit yang digelar di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Suroso.
"Pembuatan kapal layar khas zaman Kerajaan Majapahit ini adalah program kerja sama antara Pemerintah Jepang dan Indonesia," kata Suroso di Sumenep.
Ia mengatakan, di Jepang terdapat komunitas yang cinta pada Kerajaan Majapahit dan memiliki organisasi, yakni Masyarakat Jepang Cinta Majapahit.
"Masyarakat Jepang Cinta Majapahit ini yang menjadi penggagas pembuatan kapal layar khas Majapahit," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Mochammad Dahlan mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Jepang yang telah mempercayakan pembuatan kapal layar khas Majapahit pada perajin Sumenep.
"Ini sebuah kebanggaan, sekaligus tantangan bagi perajin kapal asal Sumenep, apalagi kapal layar khas Majapahit dijadwalkan berlayar keliling dunia. Artinya, kapal yang dihasilkan harus berkualitas tinggi," katanya.
Pembuatan kapal layar khas Majapahit yang dipercayakan kepada kelompok perajin asal Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, ditargetkan selesai paling lambat bulan Maret 2010, karena pada bulan April 2010 dijadwalkan berlayar keliling dunia.
Kapal layar tanpa mesin khas zaman Kerajaan Majapahit yang akan dibuat perajin Sumenep itu sepanjang 20 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 2,75 meter.
sumber kompas.com
30 November 2009
Rizal Sukma Masuk 100 Pemikir Terkemuka Dunia
Doktor dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, ini dipandang majalah Foreign Policy telah mendorong cara pandang baru yang radikal mengenai peran Indonesia di dunia.
Rizal, sebut Foreign Policy pada edisi untuk Desember 2009, adalah teoritisi terkemuka dalam soal hubungan Islam dan negara, serta mendorng peran global negerinya Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.
Rizal, lanjut Foreign Policy, baru-baru ini telah menerbitkan buku berjudul "Islam in Indonesian Foreign Policy" yang memotret pergulatan antara identitas rakyat Indonesia dengan lembaga-lembaga negara yang hampir seluruhnya sekuler sejak kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Rizal yang menamatkan kesarjanaannya dari Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran, Bandung, ini ditempatkan Foreign Policy sebagai pemikir ke 92 dari 100 pemikir global utama dunia.
"Dengan Indonesia yang masih bergulat dengan warisan kekuasaan diktatur Suharto selama 32 tahun, pemikiran-pemikiran Sukma membantu memetakan satu arah yang dengan kuat mengintegrasikan Indonesia dalam dunia, dan akhirnya mencampakkan omong kosong bahwa Islam dan demokrasi tidak bisa menyatu," demikian Foreign Policy.
Dalam daftar ini, Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke ditempatkan pada urutan pertama pemikir global paling berpengaruh, disusul Presiden AS Barack Obama di posisi dua, dan Zahra Rahnavard, istri pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi, sekaligus tokoh utama dibalik Revolusi Hijau di Iran, pada posisi tiga.
Tokoh-tokoh besar dunia lainnya yang masuk ke jajaran 100 pemikir global ini diantaranya adalah suami istri Bill dan Hillary Clinton, ulama Mesir Sayyid Imam al-Sharif yang adalah mantan pemimpin organisasi garis keras Al Jihad dan eks teman seperjuangan dari orang nomor dua di Alqaeda (Ayman Al-Zawahiri).
Nama-nama kondang lain yang bisa disebut diantaranya adalah Bill Gates, Paus Benediktus XVI, sosiobilogis dan evolusionis darwinian Richard Dawkins, sastrawan Vaclav Havel, ekonom Joseph Stiglitz, dan pejuang HAM Aung San Suu Kyi.
Kemudian mantan sekjen PBB Kofi Annan, tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, George Soros, pakar keuangan mikro Muhammad Yunus, Henry Kissinger, sosiolog Francis Fukuyama, PM Inggris Gordon Brown, pakar perbandingan agama Karen Armstrong dan sejarawan Paul Kennedy.
sumber antaranews
Nyaris Saling Tembak
Kapal perang Indonesia, yakni KRI Sigurot 864 nyaris terlibat saling tembak dengan kapal pemadam kebakaran Posh Viking milik Singapura yang dikawal kapal coast guard, gara-gara memperebutkan kapal tanker MV Sawitto, yang terbakar di Perairan Nongsa, Batam, Kamis (26/11) dinihari. Peristiwa ini bermula dari terbakarnya MV Sawitto yang mengangkut 15 ribu ton bahan bakar minyak (BBM) dan sebuah kapal kecil lainnya terbakar di perairan Nongsa, pada koordinat 01 derajat, 14',14" LU dan 104 derajat, 03', 26" BT, Kamis (26/11) dini hari. MV Sawitto berlayar dari Malaysia dengan tujuan Singapura. Kapal terbakar saat melakukan transfer bahan bakar ke Eastern Hill Sanlorenso. Dua kapal itu terbakar habis. Meski demikian kedua kapal tidak karam. Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dinihari itu.
Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksamana Pertama Ade Supandi yang mendapatkan informasi langsung mengirim KRI Sigurot 864 yang dikapteni Mayor Laut (P) Ario Sasongko ke lokasi kejadian. ”Ke-15 ABK selamat setelah terjun ke laut,” kata alumni Akabri Laut 1983 itu. RI Sigurot datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 07.00 WIB setelah dihubungi kapten kapal KPLP KNP 330. Ketika tiba di lokasi, mereka tidak menemukan ABK kedua kapal itu. ”Informasinya, semua ABK selamatkan diri dan terjun ke laut saat masih di perairan Malaysia. Mereka semua terdampar ke daratan Malaysia,’’ kata Mayor Ario Sasongko, kemarin.
Saat tiba di lokasi kejadian sudah ada kapal Posh Viking dari Singapura sedang memadamkan api. Kemudian KNP 330, kapal PMI Indonesia, serta kapal-kapal nelayan dari jembatan tiga Barelang. Saat itu, kapal sebagian besar habis terbakar, namun masih ada api dan asap. Di antara dua kapal itu, selang yang diduga digunakan untuk mentransfer bahan bakar masih terpasang. Namun penyebab kebakaran itu justru diduga bukan karena aktivitas transfer bahan bakar ship to ship itu.
”Diduga karena korslet di ruang mesin,’’ ungkap Ario. Hal ini juga dibenarkan Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksamana Pertama Ade Supandi.
Setelah KRI Sigurot melihat kondisi kapal dan Posh Viking berhasil memadamkan api, kapal dari Singapura itu berusaha membawa kapal ke Perairan Singapura. Mereka sudah memasang tali pada MV Sawitto untuk menariknya, namun Kapten KRI Sigurot menghalanginya. Kedua pihak pun bersitegang hampir 30 menit. Pihak Singapura mengatakan, kapal MT Sawitto hendak ke Singapura jadi harus ditarik ke Perairan Singapura. Sementara pihak Indonesia berpegang pada lokasi kejadian.
”Saya berkeras untuk membawa ke perairan Batuampar karena lokasi kejadian ada di perairan Indonesia,’’ jelas Ario.
Ketegangan dan rebutan bangkai kapal itu nyaris saja membuat kedua pihak baku tembak. Pasalnya pihak Singapura dan Indonesia tetap sama-sama mempertahankan pendapat dan argumennya. Kapal Posh Viking yang sudah menarik kapal nahas itu dihentikan. Akhirnya pihak Singapura mengalah dan melepaskan tali yang mengikat MV Sawitto. ”Padahal masing-masing (pihak Singapura dan Indonsia) sudah siap mau nembak itu,’’ ungkap Ario.
Kapal MV Sawitto yang berbendera Honduras dan kapal Eastern Hill Sanlorenso kemudian ditarik ke Perairan Batuampar. Masing-masing menggunakan tugboat Nov 3 dan tugboat Lucky Seven. Kapal itu dikawal KRI Sigurot 864, KNP 330 dan KP Hayabusa 684 menuju Batuampar. Meski sudah berada di Perairan Batuampar, awak KRI Sigorut dan Polisi Perairan Polda Kepri yang datang menyusul belum bisa naik ke kapal karena masih ada sisa bara api. Kapal dalam pengawasan dan pengamanan unsur Guskamla dengan pengawalan kapal perang (KRI) maupun patkamla.
sumber batampost
Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksamana Pertama Ade Supandi yang mendapatkan informasi langsung mengirim KRI Sigurot 864 yang dikapteni Mayor Laut (P) Ario Sasongko ke lokasi kejadian. ”Ke-15 ABK selamat setelah terjun ke laut,” kata alumni Akabri Laut 1983 itu. RI Sigurot datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 07.00 WIB setelah dihubungi kapten kapal KPLP KNP 330. Ketika tiba di lokasi, mereka tidak menemukan ABK kedua kapal itu. ”Informasinya, semua ABK selamatkan diri dan terjun ke laut saat masih di perairan Malaysia. Mereka semua terdampar ke daratan Malaysia,’’ kata Mayor Ario Sasongko, kemarin.
Saat tiba di lokasi kejadian sudah ada kapal Posh Viking dari Singapura sedang memadamkan api. Kemudian KNP 330, kapal PMI Indonesia, serta kapal-kapal nelayan dari jembatan tiga Barelang. Saat itu, kapal sebagian besar habis terbakar, namun masih ada api dan asap. Di antara dua kapal itu, selang yang diduga digunakan untuk mentransfer bahan bakar masih terpasang. Namun penyebab kebakaran itu justru diduga bukan karena aktivitas transfer bahan bakar ship to ship itu.
”Diduga karena korslet di ruang mesin,’’ ungkap Ario. Hal ini juga dibenarkan Komandan Gugus Keamanan Laut Armada Barat Laksamana Pertama Ade Supandi.
Setelah KRI Sigurot melihat kondisi kapal dan Posh Viking berhasil memadamkan api, kapal dari Singapura itu berusaha membawa kapal ke Perairan Singapura. Mereka sudah memasang tali pada MV Sawitto untuk menariknya, namun Kapten KRI Sigurot menghalanginya. Kedua pihak pun bersitegang hampir 30 menit. Pihak Singapura mengatakan, kapal MT Sawitto hendak ke Singapura jadi harus ditarik ke Perairan Singapura. Sementara pihak Indonesia berpegang pada lokasi kejadian.
”Saya berkeras untuk membawa ke perairan Batuampar karena lokasi kejadian ada di perairan Indonesia,’’ jelas Ario.
Ketegangan dan rebutan bangkai kapal itu nyaris saja membuat kedua pihak baku tembak. Pasalnya pihak Singapura dan Indonesia tetap sama-sama mempertahankan pendapat dan argumennya. Kapal Posh Viking yang sudah menarik kapal nahas itu dihentikan. Akhirnya pihak Singapura mengalah dan melepaskan tali yang mengikat MV Sawitto. ”Padahal masing-masing (pihak Singapura dan Indonsia) sudah siap mau nembak itu,’’ ungkap Ario.
Kapal MV Sawitto yang berbendera Honduras dan kapal Eastern Hill Sanlorenso kemudian ditarik ke Perairan Batuampar. Masing-masing menggunakan tugboat Nov 3 dan tugboat Lucky Seven. Kapal itu dikawal KRI Sigurot 864, KNP 330 dan KP Hayabusa 684 menuju Batuampar. Meski sudah berada di Perairan Batuampar, awak KRI Sigorut dan Polisi Perairan Polda Kepri yang datang menyusul belum bisa naik ke kapal karena masih ada sisa bara api. Kapal dalam pengawasan dan pengamanan unsur Guskamla dengan pengawalan kapal perang (KRI) maupun patkamla.
sumber batampost
22 November 2009
Lifter Eko Raih Emas dalam Kejuaraan Dunia
Eko adalah peraih perunggu Olimpiade Beijing 2008. Perunggu angkat besi Olimpiade Beijing lainnya dipersembahkan Triyatno. Selain bulu tangkis, angkat besi adalah cabang yang berpeluang menyumbangkan medali dalam olimpiade.
Eko, yang bertahun-tahun silam bekerja sebagai gembala kambing di Metro, Lampung, mengikuti kejuaraan dunia di kelas 62 kilogram. Ia belum satu tahun menggeluti kelas itu. Setahun silam, Eko adalah lifter yang ditakuti di kelas 56 kilogram.
Eko mendapat emas dari angkatan clean and jerk. Melakukan angkatan clean and jerk tertinggi 175 kilogram, Eko hampir mencapai rekor dunia jenis angkatan tersebut, 177 kilogram.
"Ia mungkin bisa memecahkan rekor dunia. Namun, Eko pergi ke Goyang bukan untuk melakukan angkatan maksimal. Eko mengikuti kejuaraan dunia untuk persiapan SEA Games 2009," ujar Sonny Kasiran, Ketua Bidang Angkat Besi Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), dari Goyang.
Dengan tujuan sebagai persiapan mengikuti SEA Games, menurut Sonny, atlet yang berangkat ke Goyang memang tidak ditargetkan macam-macam. "Intinya, kejuaraan dunia ini masih bagian dari latihan," kata Sonny.
Untuk kategori angkatan snatch, Eko meraih perunggu setelah melakukan angkatan terbaik 140 kilogram. Pada kesempatan ketiga jenis angkatan itu, Eko berusaha mengangkat barbel 143 kilogram, tetapi gagal.
Untuk kategori total (kombinasi clean and jerk dan snatch), Eko mengantongi perak. Total angkatannya ialah 315 kilogram. Emas kategori total dikantongi lifter China, Ding Jianjun. Ia meraih emas snatch (146 kilogram) dan menempati posisi keempat clean and jerk (170 kilogram).
SEA Games 2009 berlangsung di Laos, bulan depan. Setelah selalu menjadi juara umum sejak mengikuti perhelatan olahraga Asia Tenggara itu pada akhir 1970-an, Indonesia terpuruk ke posisi kelima pada 2005.
Posisi Indonesia membaik ke urutan keempat pada 2007. Sistem pembinaan yang jauh tertinggal ketimbang negara Asia Tenggara lain merupakan faktor utama Indonesia kini terseok-seok di kancah SEA Games.
Lifter Jadi Setiadi yang turun di kelas 56 kilogram menempati posisi keempat untuk semua kategori angkatan. Lifter Triyatno yang naik ke kelas 69 kilogram baru berlaga Minggu ini.
Satu lagi lifter Indonesia yang pergi ke Goyang adalah atlet putri Ni Luh Sinta Damayanti. Ia akan turun di kelas 75 kilogram. (ATO)
Langganan:
Postingan (Atom)