Tentang Peradaban Jawa (Peradaban Atlantis) dikaitkan dengan kiprah Bani Israel, ada fakta yang menarik apabila anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA. Dengan demikian apakah Bani Israel merasa menjadi keturunan Jawa ? Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ).
Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”, sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa.
Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.
Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia.
Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).
Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU yaitu Sukarno, Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah. Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung. Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = gunung dan indra = raja.
Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israel asli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (yg asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diaspora dengan penduduk lokal, posisi suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli Telah menghilang yg dikenal sebagai suku-suku yg hilang "The Lost Tribes" yang mana mereka pergi ke timur dan banyak yg menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu Indonesia
29 April 2010
17 Maret 2010
Candi Hindu Syiwa Muncul di Area Persawahan
BLITAR - Dua patung Dwarapala dan dua arca Lembu Nandi tunggangan Dewa Syiwa serta satu komplek bangunan candi sekitar 1400 m2 dengan bahan dasar bata merah ditemukan di Dusun Bakulan, Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.
Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto telah melakukan penggalian termasuk melokalisir area dengan memasang benang serta mengelilinginya dengan pagar bambu.
Komplek Candi Hindu Syiwa yang berada di pekarangan milik almarhum Sunarto warga setempat itu, ditenggarai hingga seluas satu hektare. Bahkan, kebesaran dan kemegahan bangunan candi tidak tertutup kemungkinan melebihi Candi Penataran di Kecamatan Nglegok.
“Hal itu dilihat dari bagian kaki candi yang sampai saat ini belum sampai dasar,” ujar Kabid, 57 warga setempat yang dipercaya BP3 sebagai penjaga candi kepada Seputar Indonesia Rabu (17/3/2010).
Oleh BP3 dan masyarakat setempat, situs candi yang belum tergali seluruhnya ini diberi nama Tapan. Nama tersebut mengacu dari kebiasaan sebagian besar masyarakat yang kerap mengkultuskan lokasi candi sebagai tempat pertapaan atau pemujaan.
Sebelum tergali, lokasi yang berada di tengah sawah dan jauh dari pemukiman penduduk ini berupa gundukan tanah liat yang merupakan pekarangan dengan pohon buah-buahan. Dari pantauan SI, saat ini fisik candi tampak berada di kedalaman 6 meter dari permukaan tanah. Namun kendati demikian pondasi dasar bangunan belum diketahui.
Selain bangunan berundak-undak yang seluruhnya bata merah ukuran besar, tak jauh dari lokasi terdapat Yoni (pasangan Lingga) dari bahan batu kali yang sudah tidak sempurna bentuknya. Arca dwarapala dan lembu andini sendiri berada sekitar 50 meter dari komplek candi.
Informasi yang dihimpun SI, penemuan candi ini sebenarnya berlangsung sekitar satu bulan lalu. Oleh sejumlah warga yang memiliki kepentingan menjadikanya sebagai tempat pertapaan (menyepi) sengaja dirahasiakan.
Beberapa warga memutuskan melapor ke BP3 setelah ada sejumlah orang dari Kabupaten Jember yang tiba-tiba melakukan penggalian. Dalam penggalian yang telah mendapat izin si empunya tanah itu, warga Jember yang bernama Slamet itu, menemukan ratusan bongkahan bata merah besar. Eksplorasi tersebut berhenti dengan sendirinya setelah tim BP3 turun ke lapangan. “Dulu juga ada benda seperti kuali kuno dari batu. Tapi sekarang saya tidak melihatnya lagi,” papar Kabid.
Arkeolog BP3 Trowulan Danang Waluyo Utomo mengaku belum bisa mengidentifikasi kurun waktu dan pada masa kerajaan apa candi dibangun. Sebab sejauh ini petugas belum menemukan symbol atau tulisan yang menunjukkan angka tahun.
Namun, mengingat ditemukanya arca Nandi atau lembu Andini, candi yang menghadap ke arah barat tersebut diperkirakan tempat pemujaan umat Hindu Syiwa. Yang baru bisa kita pastikan ini merupakan candi Hindu. Saat ini kita masih akan terus melakukan penelitian. Kita belum tahu candi ini dibuat pada masa kerajaaan apa, ujarnya.
Adanya candi Tapan ini sendiri, menurut Danang sudah didengar BP3 sejak tahun 1995. Namun penggalian baru dilakukan saat ini setelah mendapat laporan adanya penggalian liar yang mengancam keberadaan candi. “Karenanya saat ini kita tempatkan penjaga untuk mengamankan,” pungkasnya.
(Solichan Arif/Koran SI/fit)
Balai Pelestarian dan Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan Mojokerto telah melakukan penggalian termasuk melokalisir area dengan memasang benang serta mengelilinginya dengan pagar bambu.
Komplek Candi Hindu Syiwa yang berada di pekarangan milik almarhum Sunarto warga setempat itu, ditenggarai hingga seluas satu hektare. Bahkan, kebesaran dan kemegahan bangunan candi tidak tertutup kemungkinan melebihi Candi Penataran di Kecamatan Nglegok.
“Hal itu dilihat dari bagian kaki candi yang sampai saat ini belum sampai dasar,” ujar Kabid, 57 warga setempat yang dipercaya BP3 sebagai penjaga candi kepada Seputar Indonesia Rabu (17/3/2010).
Oleh BP3 dan masyarakat setempat, situs candi yang belum tergali seluruhnya ini diberi nama Tapan. Nama tersebut mengacu dari kebiasaan sebagian besar masyarakat yang kerap mengkultuskan lokasi candi sebagai tempat pertapaan atau pemujaan.
Sebelum tergali, lokasi yang berada di tengah sawah dan jauh dari pemukiman penduduk ini berupa gundukan tanah liat yang merupakan pekarangan dengan pohon buah-buahan. Dari pantauan SI, saat ini fisik candi tampak berada di kedalaman 6 meter dari permukaan tanah. Namun kendati demikian pondasi dasar bangunan belum diketahui.
Selain bangunan berundak-undak yang seluruhnya bata merah ukuran besar, tak jauh dari lokasi terdapat Yoni (pasangan Lingga) dari bahan batu kali yang sudah tidak sempurna bentuknya. Arca dwarapala dan lembu andini sendiri berada sekitar 50 meter dari komplek candi.
Informasi yang dihimpun SI, penemuan candi ini sebenarnya berlangsung sekitar satu bulan lalu. Oleh sejumlah warga yang memiliki kepentingan menjadikanya sebagai tempat pertapaan (menyepi) sengaja dirahasiakan.
Beberapa warga memutuskan melapor ke BP3 setelah ada sejumlah orang dari Kabupaten Jember yang tiba-tiba melakukan penggalian. Dalam penggalian yang telah mendapat izin si empunya tanah itu, warga Jember yang bernama Slamet itu, menemukan ratusan bongkahan bata merah besar. Eksplorasi tersebut berhenti dengan sendirinya setelah tim BP3 turun ke lapangan. “Dulu juga ada benda seperti kuali kuno dari batu. Tapi sekarang saya tidak melihatnya lagi,” papar Kabid.
Arkeolog BP3 Trowulan Danang Waluyo Utomo mengaku belum bisa mengidentifikasi kurun waktu dan pada masa kerajaan apa candi dibangun. Sebab sejauh ini petugas belum menemukan symbol atau tulisan yang menunjukkan angka tahun.
Namun, mengingat ditemukanya arca Nandi atau lembu Andini, candi yang menghadap ke arah barat tersebut diperkirakan tempat pemujaan umat Hindu Syiwa. Yang baru bisa kita pastikan ini merupakan candi Hindu. Saat ini kita masih akan terus melakukan penelitian. Kita belum tahu candi ini dibuat pada masa kerajaaan apa, ujarnya.
Adanya candi Tapan ini sendiri, menurut Danang sudah didengar BP3 sejak tahun 1995. Namun penggalian baru dilakukan saat ini setelah mendapat laporan adanya penggalian liar yang mengancam keberadaan candi. “Karenanya saat ini kita tempatkan penjaga untuk mengamankan,” pungkasnya.
(Solichan Arif/Koran SI/fit)
15 Maret 2010
Biji Nangka Antarkan Pelajar Aceh ke Belanda
Karya pembuatan edibel film dari pati biji buah nangka, mengantarkan dua pelajar SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh, mewakili Indonesia ke Olimpiade Science Internasional (INESPO) di Amsterdam, Belanda pada 3-7 Juni 2010.
"Pembuatan edibel film dari pati biji buah nangka menjadikan Cut Savira dan Aisyah Minzikrina Masbar meraih dua medali emas (bidang kimia) Olimpiade proyek penelitian sains (ISPO) 2010," kata Sri Iswatiningsih di Banda Aceh, Senin.
Guru pembimbing Fatih Bilingual School Banda Aceh itu menambahkan pembuatan edibel film biji buah nangka sebagai pengemas makanan yang bisa dimakan dan ramah lingkungan.
"Selama ini, biji buah nangka hanya dimanfaatkan oleh sebagian orang yang suka, dan sebagian besar terbuang. Jadi, temuan karya dua siswi SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School nantinya bisa juga memberi manfaat besar bagi masyarakat," katanya.
Manfaat lain dari pemanfaatan edibel film dari biji buah nangka yakni memberi nilai ekonomis bagi masyarakat, termasuk lingkungan hidup.
"Artinya secara ekonomis, biji buah nangka yang selama ini terbuang maka akan berharga. Dan pengemas makanan tidak lagi mengandalkan plastik yang setelah digunakan pasti akan terbuang. Jadi kami ingin memperkenalkan produk pengemas makanan ramah lingkungan," kata dia menjelaskan.
Edibel film biji buah nangka itu dicampur bahan baku sorbitor (bahan pelarut) dan minyak kelapa sawit, kemudian diracik menjadi pengemas makanan yang bisa dimakan.
Produk kimia berjudul "Pembuatan edibel film dari pati biji nangka" sebagai pengemas makanan ramah lingkungan, yang mengantarkan dua siswi Aceh meraih medali emas pada ISPO 2010 itu bekerja sama SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School dengan Fakultas Mipa Unsyiah Banda Aceh.
"Itu juga kerja sama kami dengan fakultas Mipa Unsyiah dengan dosen pembimbing Siti Saleha," tambah Sri Iswatiningsih.
Pada ISPO 2010, pelajar SMA Fatih Bilingual School putra juga meraih medali perunggu di bidang lingkungan atas nama T Muhammad Farhan dan Amalul Auni, dengan proyek berjudul tanaman kangkung menjadi biofilter logam berat.
Prestasi perolehan medali emas ISPO 2010 yang diraih pelajar SMA Fatih Bilingual School tersebut merupakan kejutan bagi dunia pendidikan di Aceh, karena sekolah tersebut baru setahun berperasi.
SMA Nyak Arif Fatih Bilingual School yang khusus untuk putri itu mulai dibuka pada tahun ajaran 2009 dan para siswinya baru kelas satu.
Selain tingkat SMA, Fatih Blingual School juga menerima siswa tingkat SMP dan SD. Untuk SMA mereka tinggal di asrama.
"Pembuatan edibel film dari pati biji buah nangka menjadikan Cut Savira dan Aisyah Minzikrina Masbar meraih dua medali emas (bidang kimia) Olimpiade proyek penelitian sains (ISPO) 2010," kata Sri Iswatiningsih di Banda Aceh, Senin.
Guru pembimbing Fatih Bilingual School Banda Aceh itu menambahkan pembuatan edibel film biji buah nangka sebagai pengemas makanan yang bisa dimakan dan ramah lingkungan.
"Selama ini, biji buah nangka hanya dimanfaatkan oleh sebagian orang yang suka, dan sebagian besar terbuang. Jadi, temuan karya dua siswi SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School nantinya bisa juga memberi manfaat besar bagi masyarakat," katanya.
Manfaat lain dari pemanfaatan edibel film dari biji buah nangka yakni memberi nilai ekonomis bagi masyarakat, termasuk lingkungan hidup.
"Artinya secara ekonomis, biji buah nangka yang selama ini terbuang maka akan berharga. Dan pengemas makanan tidak lagi mengandalkan plastik yang setelah digunakan pasti akan terbuang. Jadi kami ingin memperkenalkan produk pengemas makanan ramah lingkungan," kata dia menjelaskan.
Edibel film biji buah nangka itu dicampur bahan baku sorbitor (bahan pelarut) dan minyak kelapa sawit, kemudian diracik menjadi pengemas makanan yang bisa dimakan.
Produk kimia berjudul "Pembuatan edibel film dari pati biji nangka" sebagai pengemas makanan ramah lingkungan, yang mengantarkan dua siswi Aceh meraih medali emas pada ISPO 2010 itu bekerja sama SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School dengan Fakultas Mipa Unsyiah Banda Aceh.
"Itu juga kerja sama kami dengan fakultas Mipa Unsyiah dengan dosen pembimbing Siti Saleha," tambah Sri Iswatiningsih.
Pada ISPO 2010, pelajar SMA Fatih Bilingual School putra juga meraih medali perunggu di bidang lingkungan atas nama T Muhammad Farhan dan Amalul Auni, dengan proyek berjudul tanaman kangkung menjadi biofilter logam berat.
Prestasi perolehan medali emas ISPO 2010 yang diraih pelajar SMA Fatih Bilingual School tersebut merupakan kejutan bagi dunia pendidikan di Aceh, karena sekolah tersebut baru setahun berperasi.
SMA Nyak Arif Fatih Bilingual School yang khusus untuk putri itu mulai dibuka pada tahun ajaran 2009 dan para siswinya baru kelas satu.
Selain tingkat SMA, Fatih Blingual School juga menerima siswa tingkat SMP dan SD. Untuk SMA mereka tinggal di asrama.
Sulaman Indonesia Tarik Perhatian Masyarakat Jerman
Sulaman Indonesia menarik wisatawan Jerman yang datang ke Paviliun Indonesia di pameran pariwisata, Minggu, dengan ditampilkannya demonstrasi menyulam oleh Ny Salfrida N Ramadhan KH, mantan diplomat yang memiliki kelompok pengemar sulaman Indonesia.
Ketua Yayasan Sulam Indonesia Ny Triesna Wacik kepada koresponden Antara London, mengatakan bahwa ia ingin memperkenalkan sulaman Indonesia ke tingkat internasional dengan menampilkan demo menyulam di pameran pariwisata ITB Berlin yang berlangsung sejak 10 Maret yang berakhir Minggu .
Istri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik itu menyebutkan sulaman Indonesia sangat kaya dan ini dapat menjadi salah satu menjadi obyek bagi wisatawan yang paling tidak menjadi cendera mata yang bisa dibawa ke negaranya menjadi kenang kenangan.
Diakuinya sulaman Indonesia begitu banyak variasi dan juga pengrajin yang tersebar di seluruh Indonesia di berbagai sentra sentra di daerah dengan cirinya masing- masing.
Sulaman Indonesia tidak kalah indahnya ketimbang Batik atau kain tenun lainnya, ujar Ny Triesna Wacik.
Untuk itu, ia ingin juga sulaman dapat dikenal oleh dunia luar seperti halnya batik yang sudah diakui oleh UNESCO.
Menurut Ny Triesna ,selama ini permasalahan yang dihadapi para pengrajin sulaman adalah dalam pemasaran dan pengembangannya .
Untuk itu ,dibutuhkan suatu wadah berupa yayasan yang akan dapat membantu pengrajin terutama dalam pemasaran produknya selain mendesainnya sesuai dengan selera pasar tanpa meninggalkan ciri dari daerahnya masing masing.
Selain itu , Yayasan juga membantu dalam hal pemodalan dengan mencarikan orang tua asuh dari berbagai perusahaan besar.(ZG/R009)
Ketua Yayasan Sulam Indonesia Ny Triesna Wacik kepada koresponden Antara London, mengatakan bahwa ia ingin memperkenalkan sulaman Indonesia ke tingkat internasional dengan menampilkan demo menyulam di pameran pariwisata ITB Berlin yang berlangsung sejak 10 Maret yang berakhir Minggu .
Istri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik itu menyebutkan sulaman Indonesia sangat kaya dan ini dapat menjadi salah satu menjadi obyek bagi wisatawan yang paling tidak menjadi cendera mata yang bisa dibawa ke negaranya menjadi kenang kenangan.
Diakuinya sulaman Indonesia begitu banyak variasi dan juga pengrajin yang tersebar di seluruh Indonesia di berbagai sentra sentra di daerah dengan cirinya masing- masing.
Sulaman Indonesia tidak kalah indahnya ketimbang Batik atau kain tenun lainnya, ujar Ny Triesna Wacik.
Untuk itu, ia ingin juga sulaman dapat dikenal oleh dunia luar seperti halnya batik yang sudah diakui oleh UNESCO.
Menurut Ny Triesna ,selama ini permasalahan yang dihadapi para pengrajin sulaman adalah dalam pemasaran dan pengembangannya .
Untuk itu ,dibutuhkan suatu wadah berupa yayasan yang akan dapat membantu pengrajin terutama dalam pemasaran produknya selain mendesainnya sesuai dengan selera pasar tanpa meninggalkan ciri dari daerahnya masing masing.
Selain itu , Yayasan juga membantu dalam hal pemodalan dengan mencarikan orang tua asuh dari berbagai perusahaan besar.(ZG/R009)
05 Januari 2010
Katat dan Pasuk Dayak Tembus Pasar Eropa
Kerajinan tangan khas Suku Dayak dari anyaman rotan dan manik-manik yang dibuat oleh pengrajin asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Theodora Hangin Bang Donggo, berhasil menembus pasar Eropa.
“Kerajinan tangan yang dibuat dari anyaman rotan yang dipadu manik-manik, sangat diminati orang Eropa,” kata Theodora, Senin (4/1/2010).
Peraih penghargaan Upakarti dari Presiden RI pada 28 Deseber 2009 lalu itu mengaku, beberapa negara yang menjadi tujuan pemasaran kerajinan tangan produksi CV Matan (Manik-manik-Rotan) yang dipimpinnya itu antara lain Jerman dan Australia.
“Bahkan, banyak ekspatriat dari Jerman dan Australia menjadikan produk kami sebagai cindera mata ketika pulang ke negaranya. Biasanya,kerajinan tangan rotan dan manik-manik itu dijadikan sebagai pembungkus toples mereka,” ungkap Theodora.
Kerajinan rotan dan manik-manik yang paling diminati yakni katat (tempat menyimpan barang berharga) dan pasuk (keranjang). “Setiap mengikuti pameran di negara Eropa, Pasuk dan Katat yang paling banyak diminati,” katanya.
Usaha kerajinan tangan yang dirintisnya sejak 1990-an itu telah berhasil membina puluhan pengrajin di Kabupaten Kutai barat dan Kota Samarinda.
Berkat inovasi dan kreatifitasnya memadukan rotan dan manik-manik menjadi katat Theodora meraih penghargaan Seal of Exellence dari UNESCO pada 2007 silam.
Bahkan, hasil karyanya juga mendapat penghargaan dari Aburizal Bakrie pada Pekan Produk Budaya Indonesia sebagai anyaman rotan terbaik di Indonesia.
“Hasil rajutan katat dianggap sebagai hasil karya tradisional yang unik, inovatif serta menggunakan bahan baku dari alam sehingga mendapat penghargaan dari UNESCO,” ujar Theodora.
Hingga saat ini, usaha kerajinan rotan dan manik-manik yang dikelola Theodora telah membina 15 kelompok pengrajin rotan di Kutai Barat dan lima kelompok pengrajin manik-manik di Kota Samarinda.
“Kami memadukan pengrajin rotan yang ada diKutai Barat dengan pengrajin manik-manik di Samarinda. Jadi, anyaman rotan dari pedalaman Kaltim itu dipadu dengan manik-anik buatan pengrajin di Samarinda,” jelasnya.
“Itulah yang membedakan kerajinan tangan buatan kami dengan kerajinan tangan lainnya. Kami mencoba memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di pedalaman Kaltim dengan keahlian masyarakatnya yang umumnya pandai menganyam dan kerajianan khas manik-manik khas Samarinda,” papar Theodora.
ant
sumber surya co.id
“Kerajinan tangan yang dibuat dari anyaman rotan yang dipadu manik-manik, sangat diminati orang Eropa,” kata Theodora, Senin (4/1/2010).
Peraih penghargaan Upakarti dari Presiden RI pada 28 Deseber 2009 lalu itu mengaku, beberapa negara yang menjadi tujuan pemasaran kerajinan tangan produksi CV Matan (Manik-manik-Rotan) yang dipimpinnya itu antara lain Jerman dan Australia.
“Bahkan, banyak ekspatriat dari Jerman dan Australia menjadikan produk kami sebagai cindera mata ketika pulang ke negaranya. Biasanya,kerajinan tangan rotan dan manik-manik itu dijadikan sebagai pembungkus toples mereka,” ungkap Theodora.
Kerajinan rotan dan manik-manik yang paling diminati yakni katat (tempat menyimpan barang berharga) dan pasuk (keranjang). “Setiap mengikuti pameran di negara Eropa, Pasuk dan Katat yang paling banyak diminati,” katanya.
Usaha kerajinan tangan yang dirintisnya sejak 1990-an itu telah berhasil membina puluhan pengrajin di Kabupaten Kutai barat dan Kota Samarinda.
Berkat inovasi dan kreatifitasnya memadukan rotan dan manik-manik menjadi katat Theodora meraih penghargaan Seal of Exellence dari UNESCO pada 2007 silam.
Bahkan, hasil karyanya juga mendapat penghargaan dari Aburizal Bakrie pada Pekan Produk Budaya Indonesia sebagai anyaman rotan terbaik di Indonesia.
“Hasil rajutan katat dianggap sebagai hasil karya tradisional yang unik, inovatif serta menggunakan bahan baku dari alam sehingga mendapat penghargaan dari UNESCO,” ujar Theodora.
Hingga saat ini, usaha kerajinan rotan dan manik-manik yang dikelola Theodora telah membina 15 kelompok pengrajin rotan di Kutai Barat dan lima kelompok pengrajin manik-manik di Kota Samarinda.
“Kami memadukan pengrajin rotan yang ada diKutai Barat dengan pengrajin manik-manik di Samarinda. Jadi, anyaman rotan dari pedalaman Kaltim itu dipadu dengan manik-anik buatan pengrajin di Samarinda,” jelasnya.
“Itulah yang membedakan kerajinan tangan buatan kami dengan kerajinan tangan lainnya. Kami mencoba memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di pedalaman Kaltim dengan keahlian masyarakatnya yang umumnya pandai menganyam dan kerajianan khas manik-manik khas Samarinda,” papar Theodora.
ant
sumber surya co.id
02 Januari 2010
IPB Lepas 11 Varietas Buah Lokal Unggul
Program Riset Unggulan Strategis Nasional(Rusnas) Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) yang dikelola IPB untuk pengembangan buah unggulan melepas 11 varietas unggul buah lokal manggis, nanas, pisang dan pepaya.
"Kami telah melepas 11 varietas buah lokal unggul, bahkan sudah ada yang hasil panennya diekspor," kata Kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB Sobir PhD dalam pertanggungjawaban dana Program Rusnas KRT di Jakarta, Rabu.
Sebelas varietas itu adalah tiga varietas pepaya (Sukma, Carisya, Callina) yang dilepas pada 2008-2009, satu varietas nanas (Mahkota) pada 2008, dua varietas pisang (Rajabulu Kuning, Unti Sayang) pada 2007, lima varietas manggis (Wanayasa, Puspahiang, Malinau, Marel, Raya) dilepas 2006-2009.
"Untuk manggis bahkan sudah sejak 2001 diekspor oleh sejumlah kelompok petani binaan yang proses budidayanya kami perbaiki, nanas sudah sejak 2008 mulai ekspor dan pisang mulai tahun ini," katanya.
Dana program Rusnas Buah Rp27 miliar dari KRT untuk IPB ini menurut Sobir, telah memberikan nilai ekonomi Rp211,7 miliar bagi petani buah dan dampak sosial Rp 405 milyar.
"Berarti selama 10 tahun, sejak dimulainya tahun 2000, setiap Rp1 investasi pemerintah ini dapat menghasilkan dampak sosial sebesar 15 kali lipat," katanya.
Hasil pengembangan varietas buah unggul ini telah dipasarkan dan didiseminasikan secara nasional berupa 20.530 bibit manggis, 222.000 bibit nenas 55.300 bibit pisang 185.250 bibit pepaya dan telah ditanam di hampir 200 hektare lahan di seluruh Indonesia.
Riset strategis buah unggulan IPB meliputi pengembangan teknik penentuan standard hara tanaman, pengembangan teknik produksi, pengendalian penyerbukan untuk meningkatkan kualitas buah, seperti ukuran buah, nilai gizi, dan jumlah biji.
Juga ketahanan tanaman dan pengembangan teknologi pascapanen untuk meningkatkan masa simpan dan nilai tambah seperti mempertahankan kesegaran dan kualitas manggis.
Menristek Suharna Surapranata mengatakan, program Rusnas diluncurkan pertama kali pada 2000 dengan pembiayaan tiga topik Rusnas yaitu Teknologi Informasi dan Mikroelektronika yang diserahkan ke ITB, Buah Unggulan Tropis kepada IPB, dan Budidaya Ikan Kerapu kepada BPPT.
Pada 2002 ditambah lagi tiga topik Rusnas yakni Industri Kelapa Sawit yang dikelola IPB, Diversifikasi Pangan kepada IPB, dan Pengembangan Engine Aluminium Paduan kepada BPPT.
Lalu pada 2006 ditambah dua topik baru yakni Rusnas Pengembangan Energi Baru kepada Unsri, Palembang, dan Pengembangan Industri Sapi kepada Unibraw, Malang.
Untuk mendukung kegiatan Rusnas dari tahun 2000-2009, maka KRT sudah membiayai total Rp124 miliar dan pada 2010 akan dilakukan evaluasi mendalam untuk riset strategis jangka panjang. (*)
sumber antara
"Kami telah melepas 11 varietas buah lokal unggul, bahkan sudah ada yang hasil panennya diekspor," kata Kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB Sobir PhD dalam pertanggungjawaban dana Program Rusnas KRT di Jakarta, Rabu.
Sebelas varietas itu adalah tiga varietas pepaya (Sukma, Carisya, Callina) yang dilepas pada 2008-2009, satu varietas nanas (Mahkota) pada 2008, dua varietas pisang (Rajabulu Kuning, Unti Sayang) pada 2007, lima varietas manggis (Wanayasa, Puspahiang, Malinau, Marel, Raya) dilepas 2006-2009.
"Untuk manggis bahkan sudah sejak 2001 diekspor oleh sejumlah kelompok petani binaan yang proses budidayanya kami perbaiki, nanas sudah sejak 2008 mulai ekspor dan pisang mulai tahun ini," katanya.
Dana program Rusnas Buah Rp27 miliar dari KRT untuk IPB ini menurut Sobir, telah memberikan nilai ekonomi Rp211,7 miliar bagi petani buah dan dampak sosial Rp 405 milyar.
"Berarti selama 10 tahun, sejak dimulainya tahun 2000, setiap Rp1 investasi pemerintah ini dapat menghasilkan dampak sosial sebesar 15 kali lipat," katanya.
Hasil pengembangan varietas buah unggul ini telah dipasarkan dan didiseminasikan secara nasional berupa 20.530 bibit manggis, 222.000 bibit nenas 55.300 bibit pisang 185.250 bibit pepaya dan telah ditanam di hampir 200 hektare lahan di seluruh Indonesia.
Riset strategis buah unggulan IPB meliputi pengembangan teknik penentuan standard hara tanaman, pengembangan teknik produksi, pengendalian penyerbukan untuk meningkatkan kualitas buah, seperti ukuran buah, nilai gizi, dan jumlah biji.
Juga ketahanan tanaman dan pengembangan teknologi pascapanen untuk meningkatkan masa simpan dan nilai tambah seperti mempertahankan kesegaran dan kualitas manggis.
Menristek Suharna Surapranata mengatakan, program Rusnas diluncurkan pertama kali pada 2000 dengan pembiayaan tiga topik Rusnas yaitu Teknologi Informasi dan Mikroelektronika yang diserahkan ke ITB, Buah Unggulan Tropis kepada IPB, dan Budidaya Ikan Kerapu kepada BPPT.
Pada 2002 ditambah lagi tiga topik Rusnas yakni Industri Kelapa Sawit yang dikelola IPB, Diversifikasi Pangan kepada IPB, dan Pengembangan Engine Aluminium Paduan kepada BPPT.
Lalu pada 2006 ditambah dua topik baru yakni Rusnas Pengembangan Energi Baru kepada Unsri, Palembang, dan Pengembangan Industri Sapi kepada Unibraw, Malang.
Untuk mendukung kegiatan Rusnas dari tahun 2000-2009, maka KRT sudah membiayai total Rp124 miliar dan pada 2010 akan dilakukan evaluasi mendalam untuk riset strategis jangka panjang. (*)
sumber antara
Beras NTB, Salah Satu Yang Terbaik
Kepala Divisi Regional Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB), Rito Angky Pramono mengklaim, kualitas beras NTB adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.
"Dengan demikian tidaklah heran jika banyak provinsi memesan beras dari NTB untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah tersebut," katanya di Mataram, Sabtu.
Sejumlah provinsi yang memesan beras NTB adalah Bali, NTT, Maluku, Sematera Utara, Kalimantan, Papua dan Jakarta.
Sayangnya harga beras NTB adalah yang termurah di Indonesia sehingga Bulog tidak akan memaksa petani menurunkan harga berasnya.
Harga beras di NTB rata-rata Rp5.500 per kg hingga Rp6.000 per kg sementara daerah lain Rp7.000 - Rp9.000 per kg.
Rito mengatakan, karena murah, Bulog tidak perlu melakukan Operasi Pasar (OP) karena ini hanya akan membuat beras NTB menjadi lebih murah lagi sehingga merugikan petani.
Tahun 2009 Bulog NTB menargetkan membeli 268 ribu ton beras petani melampui target 210 ribu ton karena sepanjang tahun petani tidak putus panen.
"Pembelian beras petani adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat NTB disamping permintaan dari luar daerah seperti NTT dan Bali, Jakarta, Sumatera dan Papua," jelasnya. (*)
sumber antara
"Dengan demikian tidaklah heran jika banyak provinsi memesan beras dari NTB untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah tersebut," katanya di Mataram, Sabtu.
Sejumlah provinsi yang memesan beras NTB adalah Bali, NTT, Maluku, Sematera Utara, Kalimantan, Papua dan Jakarta.
Sayangnya harga beras NTB adalah yang termurah di Indonesia sehingga Bulog tidak akan memaksa petani menurunkan harga berasnya.
Harga beras di NTB rata-rata Rp5.500 per kg hingga Rp6.000 per kg sementara daerah lain Rp7.000 - Rp9.000 per kg.
Rito mengatakan, karena murah, Bulog tidak perlu melakukan Operasi Pasar (OP) karena ini hanya akan membuat beras NTB menjadi lebih murah lagi sehingga merugikan petani.
Tahun 2009 Bulog NTB menargetkan membeli 268 ribu ton beras petani melampui target 210 ribu ton karena sepanjang tahun petani tidak putus panen.
"Pembelian beras petani adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat NTB disamping permintaan dari luar daerah seperti NTT dan Bali, Jakarta, Sumatera dan Papua," jelasnya. (*)
sumber antara
27 Desember 2009
Yanuar Didapuk Staf Akademik Terbaik Universitas Manchester!
Dr Yanuar Nugroho, pengajar di Institut Kajian Inovasi atau Manchester Institute of Innovation Research (MIOIR) dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester, Inggris, meraih penghargaan sebagai staf akademik terbaik 2009 di universitas tersebut. Ia satu-satunya dari Indonesia.Penghargaan sebagai Staf Akademik Terbaik 2009 di Manchester Business School, Universitas Manchester, Inggris, itu dianugerahkan langsung oleh pimpinan Manchester Business School (MBS) di The University of Manchester dalam sebuah upacara pada Rabu (23/12/2009).
Menurut Yanuar, Kamis (24/12/2009), kriteria utama penilaian penghargaan tersebut adalah sumbangan akademik lewat penelitian, tulisan, seminar, kuliah, dan konferensi. Selain itu, alih pengetahuan melalui pelatihan internal dan supervisi mahasiswa program master dan doktoral.
Selama dua tahun terakhir ini, suami dari Dominika Oktavira Arumdati itu terlibat pada lebih dari 15 penelitian yang didanai oleh Uni Eropa (EU/EC), Dewan Riset Inggris (RCUK), Dewan Riset Eropa (ERC), serta Departemen Industri dan Perdagangan Inggris (DTI). Selain memublikasikan tulisannya di berbagai jurnal internasional, presentasi di konferensi-konferensi kelas dunia, dan menjadi dosen tamu di beberapa universitas termasyhur, seperti Oxford dan Cambridge.
Saat ini, Nugroho membimbing dua mahasiswa sarjana, lima mahasiswa master, yang dua di antaranya dari Indonesia dengan satu mahasiswa berhasil lulus dengan gelar cum laude. Selain itu, Nugroho juga menjadi supervisor untuk satu orang mahasiswa doktoral dan advisor bagi tiga mahasiswa doktoral lainnya.
Nugroho menyatakan, sebenarnya ia sama sekali tidak menyangka akan memenangkan penghargaan ini. "Saya baru diberi tahu bahwa saya dinominasikan sebagai kandidat pada bulan November yang lalu," ujar pria kelahiran Januari 1972.
Menurutnya, hampir tak ada yang tahu kecuali keluarganya dan seorang kawan dekat. "Saya sendiri sangat tidak yakin akan menang karena ada puluhan staf akademik lain yang sangat brilian di MBS dan saya sendiri baru diangkat menjadi staf penuh pertengahan tahun lalu," ujar ayah dari seorang putri, Diandra Aruna Mahira (5), dan seorang putra Linggar Nara Sindhunata (2,5).
Karena itu, ia merasa terkejut saat memenangi penghargaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya ini. "Mudah-mudahan penghargaan ini tak hanya berarti bagi saya, tetapi juga menjadi semangat bagi para mahasiswa dan cendekia Indonesia yang saat ini tengah menjalani studi ataupun bekerja di Inggris," ujarnya.
Adapun penghargaan prestisius yang diterima Nugroho tersebut diberikan setiap tahun kepada staf akademik di MBS. Tahun ini, para kandidat berasal dari semua divisi di MBS dan hampir semuanya adalah akademisi asal Inggris dan Eropa daratan. Hanya Nugroho satu-satunya dari Indonesia.
Nugroho membuat riset tentang inovasi di organisasi masyarakat sipil. Ia mengambil studi kasus penggunaan internet dalam gerakan sosial di Indonesia, yang dinilainya telah membuka minat dan perhatian terhadap penelitian baru yang bermanfaat bagi kemajuan studi inovasi.
Nugroho adalah alumnus Teknik Industri ITB tahun 1994. Ia mendapatkan gelar PhD-nya dari Universitas Manchester dalam waktu kurang dari tiga tahun pada 2007, dan menyelesaikan post-doctoral pada 2008. Sejak Agustus 2008, Nugroho menjadi staf penuh di Universitas Manchester.
sumber kompas
Label:
Internasional,
prestasi,
tokoh
22 Desember 2009
Sejuta Pesona Wisata Indonesia
Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Sudahkah Anda dan keluarga memiliki rencana untuk melewatkan akhir tahun? Liburan ke luar negeri seperti negara-negara Asia dan Eropa mungkin masih menjadi keinginan banyak orang untuk berakhir tahun. Tapi bagaimana bila dana terbatas? Jangan risau, liburan dengan mengunjungi berbagai objek wisata di Tanah Air tak kalah serunya, kok.
Apalagi, saat ini gerakan memopulerkan objek wisata di Indonesia sedang gencar digalang pemerintah. Beberapa waktu lalu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik berharap seluruh masyarakat dapat mendukung pariwisata Tanah Air dengan cara mengunjungi lokasi wisata di Tanah Air sesering mungkin. Dia juga mengimbau para orangtua untuk mengajak anaknya berwisata di dalam negeri saja.
Dari sebuah survei sekitar lima tahun lalu, terungkap anak-anak dan remaja Indonesia diketahui hanya mengunjungi tiga provinsi selama hidupnya. ”Padahal, ada 33 provinsi di Indonesia yang semua indah-indah. Maka itu, kita dorong terutama para orangtua pada liburan akhir tahun ini mengajak keluarganya untuk berwisata di Tanah Air. Jangan ke Singapura atau Malaysia, tetapi pilih ke Tana Toraja atau Danau Toba,” tandasnya.
Danau Toba misalnya, merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008. Panorama indah Toba tampak terlihat mulai pagi hingga matahari terbenam. Maka tidak salah kalau Danau Toba menjadi nominator di ajang keajaiban dunia 2008.
Di tengah-tengah Danau Toba, terdapat pulau yang dinamai dengan Samosir. Dulunya, pulau ini dikelilingi perairan Danau Toba. Namun seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan hidup yang harus serba cepat, kalau tidak salah, telah dirintis jalan untuk menghubungkan daratan Pulau Samosir dengan suatu daratan.
Di sekitaran Danau Toba masih terdapat objek wisata yang bisa dikunjungi, seperti makam orang pertama Batak di Pusuk Buhit, Air Tujuh Rasa & Pemandian Air Panas di Pangururan, Air Terjun.
Objek wisata lain yang tentu tak kalah menariknya adalah Bali. Namun saking populernya, Bali mungkin sudah tak eksklusif lagi. Nah, melihat fenomena inilah Jero Wacik meminta masyarakat untuk tidak hanya mengunjungi Bali, karena ada banyak destinasi wisata lain yang juga layak untuk dikunjungi.
”Bali sudah sangat dipenuhi wisatawan dalam dan luar negeri. Jadi, kami imbau pilihlah tujuan wisata lain, seperti Palembang yang baru meluncurkan Visit Musi atau ke Belitung melihat lokasi syuting film Laskar Pelangi. Di Sulawesi Selatan juga ada Festival Toraja dan di Nusa Tenggara Timur ada Festival Musik Sasando,” kata Jero.
Di Festival Toraja yang bakal dihelat pada Desember mendatang, ajang yang diberi nama Festival Budaya dan Lovely December 2009 ini akan dilangsungkan di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Acara ini akan merangkum berbagai kesenian dan hasil karya 21 kecamatan di wilayah kabupaten tersebut, juga provinsi lainnya.
Acara yang puncaknya akan digelar pada 26 Desember ini akan menampilkan pagelaran seni budaya, pameran kerajinan daerah, pameran foto pariwisata, bazar dan lomba masakan tradisional, pasar malam dan hiburan rakyat, serta dialog dan seminar budaya daerah. Festival Budaya dan Lovely December 2009 ini akan dijadikan titik awal untuk menarik kunjungan wisatawan lokal dan luar negeri kembali ke Toraja. Acara ini juga menjadi sarana untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saing sektor pariwisata serta mendukung suksesnya program Visit Indonesia.
Menariknya lagi, menjelang akhir tahun ini, dunia pariwisata Indonesia juga tengah diramaikan dengan program promosi yang dapat dimanfaatkan keluarga yang berminat melakukan perjalanan wisata.
”Saya tegaskan lagi, ayo berwisata di Tanah Air, jangan sampai harus ke luar negeri. Menambah-nambah devisa mereka saja, mending buat kita,” ujar Jero.
(Koran SI/Koran SI/tty)
20 Desember 2009
Kapal Patroli Kelas Dunia dari Banyuwangi
Selain mengandalkan kapal yang diproduksi BUMN,TNI khususnya TNI AL juga bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri yang memproduksi kapal- kapal berukuran kecil yang digunakan untuk patroli keamanan di laut.Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan PT Lundin Industry Invest. PT Lundin Industry Invest didirikan sejak tahun 2002 oleh pasutri John Ivar Allan Lundin yang berkebangsaan Swedia dan Lizza Lundin yang berkebangsaan Indonesia.
John Lundin memulai kehidupan kerjanya dalam sebuah perusahaan keluarga “Swede Ship”,di mana merekabertanggungjawabmembangun kapal-kapal patroli militer dengan panjang 10–30 meter, kapal penumpang berkecepatan tinggi dengan model catamaran (kapal dengan lambung ganda yang bersebelahan) berukuran 40–50 meter,dan beberapa yachtsmewah berukuran besar,dengan panjang 44 meter.
Agar perusahaannya berkembang, Lundin dan Lizza akhirnya membentuk PT Lundin Industry Invest yang pabriknya berada di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kab Banyuwangi. Seluruh kapal yang diproduksi PT Lundin Industry Invest dinamai dengan North Sea Boats.
Segmen pasar PT Lundin Industry Invest awalnya adalah kapal pleasure,kemudian berkembang ke bidang komersial dan persewaan kapal. Bahkan, sekarang telah memperluas pasar melalui kerja sama dengan beberapa lembaga seperti Coast Guard, Search & Rescue (SAR),dan kekuatan militer dari dalam maupun luar negeri. Hingga kini PT Lundin Industry Invest telah bekerja sama dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri,baik dari unsur pemerintah maupun swasta.
“Fokus kami adalah membangun kapal dengan menggunakan desain cutting edge yang menggabungkan kekuatan, daya tahan,efisiensi,kenyamanan, dan nilai ekonomis,” kata Lizza yang juga direktur sekaligus pemilik PT Lundin Industry Invest. Dia menjelaskan, beberapa jenis kapal yang diproduksi antara lain model catamaran dengan panjang 12 meter yang tersedia dalam combat, patrol,VIP transfer, workboat, dan juga versi pleasure.
Selain itu, model lambung tunggal sepanjang 11 meter yang tersedia dalam tiga tipe seperti kapal penyergap (interceptor), diving/workboat, dan sport&fishing. Model lainnya adalah rigid hull inflatable berukuran 11,5 meter yang digunakan untuk pasukan khusus,operasi khusus,interceptor, SAR,dan versi workboat.
Dari unsur pemerintah di dalam negeri, saat ini pihaknya bekerja sama dan telah mengirimkan kapal untuk TNI-AL,Badan SAR Nasional (BASARNAS), Badan Koordinasi Keamanan Laut (BAKORKAMLA), dan Pemda Kabupaten Wakatobi (Sulawesi Tenggara).
“Saya bangga karena dapat membantu pertahanan nasional dan kapal-kapal kami yang berkualitas dunia ini dikerjakan oleh anak-anak bangsa,” jelas wanita asal Banyuwangi kelahiran 8 Juli 1970 ini. Sedangkan pelanggan non-pemerintah dari dalam dan luar negeri antara lain dari World Wild Foundation (WWF), Conservation International Indonesia (CII),The Nature Conservancy (TNC), serta beberapa hotel dan operator kapal sewaan lainnya.
Selain itu, PT Lundin Industry Invest telah menyerahkan kapal sekoci cepat (rigid inflatable boats/RIB) X2K ke Unit Operasi Khusus Kepolisian Malaysia dan berpartisipasi dalam tender untuk memasok kapal RIB ke Pemerintah Brunei.“Melalui jaringan agen kami yang berada di luar negeri,kami telah menyerahkan sekitar 20 unit kapal X2K model sport ke negaranegara seperti Thailand,Kamboja, Malaysia, Hong Kong, Dubai, Australia,dan Italia,”tuturnya.
PT Lundin Industry Invest telah bekerja sama dengan TNI AL sejak ditandatanganinya MoU pada tahun 2007 dan telah menyerahkan kapal pertamanya Kapal Combat Catamaran X38 dengan fitur desain stealth yang bisa melakukan pendaratan. “Kami juga telah menyerahkan delapan unit combat catamaran dan pada tahun 2009 dan empat unit kapal catamaran yang dirancang khusus untuk pasukan khusus serta 12 unit X2K RIB untuk pasukan khusus TNI AL,” ungkapnya.
Sebagai produsen kapal berkelas dunia, PT Lundin Industry Invest juga memiliki International Marine Certification Institute (IMCI) atau Certicate Europe (CE) agar produknya diterima di kawasan Asia dan Eropa. Pabrik PT Lundin Industry Invest yang berada di Banyuwangi memproduksi kapal sesuai pesanan dengan produksi normal hingga 12 unit Kapal catamaran dan 16 unit kapal RIB per tahun.
“Kami memiliki sekitar 150 karyawan dengan bermacam keahlian antara lain bidang composite construction, engineering, Listrik,CAD, metal fabrication, upholstery, spray, pemasaran, dan manajemen,”jelasnya. Untuk mengembangkan pemasarannya di dalam dan luar negeri, PT Lundin Industry Invest telah bekerja sama dengan sebuah pabrik kapal di Belanda yang telah memproduksi Kapal X38 catamaran di bawah lisensi perusahaan tersebut.“
Kami juga memiliki kantor cabang di Singapura, Surabaya, dan Bali,”tandasnya. Bahan baku yang diperlukan untuk membuat bagian-bagian kapal antara lain hulls (lambung) dan deck menggunakan material kompositsandwich core paneluntuk meningkatkan kekuatan dan mengurangi berat badan kapal sehingga memberikan nilai ekonomis karena irit bahan bakar.
Penguatan bahan dan laminasi komposit berteknologi tinggi ini menggunakan bahan-bahan berteknologi tinggi. Untuk mempertahankan kualitas yang konsisten,semua bahanbahan konstruksi yang digunakan memiliki sertifikasi dari Lloyds’ yang diimpor.Jadwal laminate composite untuk kapal militer dan patrol didasarkan pada persyaratan untuk high speed militer dari Det Norske Veritas (DNV) yang merupakan pelopor dalam hal Lingkungan Klasifikasi Kelautan. (ishomuddin)
sumber seputar indonesia
RX520 Siap Terbang Akhir 2010
Teknologi roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengalami kemajuan pesat.Setelah sebelumnya meluncurkan RX320 pada 2008,kini berhasil meluncurkan RX420.
SUKSES mengembangkan RX420, bukan lantas Lapan berpuas diri. Akhir tahun ini, Lapan kembali mendesain RX520. Roket yang lebih besar dan memiliki daya jangkau lebih jauh dibanding RX420.
Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Soewarto Hardhienata mengatakan, RX520 siap terbang akhir 2010. RX520 ini memiliki spesifikasi yang lebih hebat ketimbang RX420.Sesuai desain awal,RX520 memiliki kecepatan maksimal 1,7 km/detik. RX520 ini memiliki panjang hingga 8,8 meter dengan bahan bakar propelan padat seperti jenis roket lain.
“Daya jangkau roket RX520 mencapai 200 km.Ini lebih jauh dua kali lipat dibanding RX420,” ujar Soewarto kepada Seputar Indonesia. Hanya saja, teknologi roket yang dikembangkan Lapan tidak untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Roket buatan Lapan hanya untuk keperluan sipil yang akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit.
Untuk diketahui, Kamis (2/7), Lapan berhasil meluncurkan RX420,roket terbesar yang dibuat lembaga antariksa Indonesia. Roket RX-420 adalah roket dengan diameter 420 mm,panjang 6 m dan berbobot 1 ton.Roket ini menggunakan bahan bakar solid-komposit yang ketika diluncurkan ke angkasa memiliki jangkauan 100 km dengan kecepatan hingga 4,5 mack atau 4,5 kali kecepatan suara.
Saat peluncuran,roket eksperimen RX420 berdiri dengan sudut elevansi 70 derajat di lapangan desa Cilautereun Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut.Tak beberapalama,suararoketmenderu, diiringi kepulan asap putih membumbung. Hanya dalam hitungan detik,roket melesat ke angkasa. Lapan sendiri konsentrasi dalam pembuatan roket untuk keperluan sipil. Nantinya roket-roket buatan Lapan tersebut akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit milik Indonesia.
“Kapasitas roket buatan Lapan memang untuk keperluan sipil. Jadi kami fokus dalam membuat roket untuk mengorbitkan satelit,”tandasnya. Meski demikian, teknologi roket yang dibuat Lapan ini sudah bisa dikembangkan untuk membuat senjata pelindung alutsista. Jika Departemen Pertahanan (Dephan) mau mengadopsi teknologi yang dimiliki Lapan sebagai roket berhulu ledak, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi satu kekuatan yang ditakuti oleh bangsa-bangsa lain.
Soewarto sendiri secara terbuka menerima jika Dephan ingin bekerja sama mengembangkan dalam pembuatan rudal balistik dengan jangkauan yang lebih jauh.Untuk saat ini,sesuai dengan tugasnya, Lapan hanya membuat roket untuk keperluan sipil.Teknologi roket yang dikembangkan Lapan, pada dasarnya merupakan dual use, di mana bisa dipakai untuk keperluan sipil maupun militer.
Namun, Lapan sendiri hanya mengembangkan roket untuk keperluan sipil karena sesuai dengan kewenangannya. Sementara itu, jika untuk keperluan militer diserahkan kepada Dephan. “Kami memang pernah bekerja sama membuat roket kaliber 122 untuk TNI AL, tapi kewenangan dari Lapan sejatinya bukan itu. Kami hanya mengembangkan roket pendorong untuk satelit.Untuk keperluan militer, biar Dephan yang bicara,”paparnya.
Jika saja Lapan dan Dephan bersinergi membuat rudal balistik memakai RX520, bukan tidak mustahil rudal tersebut mampu menjadi senjata yang takuti. Dengan daya jelajah mencapai 200 km,senjata balistik ini akan mampu melindungi pulau-pulau di Indonesia.Bahkan jika peluncuran di lakukan di Batam, bukan tidak mustahil bisa menembus hingga Malaysia dan Singapura. Ketua Pokja Pertahanan Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan Indonesia memang sudah saatnya memiliki rudal berhulu ledak buatan sendiri.
Teknologi yang dimiliki Lapan, sudah bisa dipakai untuk membuat rudal balistik jarak menengah.“Indonesia harus mandiri. Dephan harus bekerja sama dengan Lapan membuat rudal berhulu ledak,”tuturnya. Tubagus mengatakan, keberhasilan Lapan menguji coba roketroketnya membuat Indonesia semakin ditakuti. Roket buatan Lapan tinggal dibekali hulu ledak di ujungnya dan menciptakan direksi untuk mengarahkan koordinat sasaran.
“Sebagai negara kepulauan,tentu dibutuhkan rudal yang mampu melindungi pulau-pulau tersebut dari serangan musuh,”lanjutnya. RoketbuatanLapanmerupakan teknologi hasil ciptaan ilmuwan Indonesia. Lapan bahkan menciptakan bahan bakar racikan ilmuwan Indonesia yang tak kalah dibanding buatan ilmuwan luar negeri. Bahan bakar racikan ilmuwan Lapan tersebut bahkan telah diuji coba di rudal exocet TNI yang tak terpakai. Hasilnya, kecepatan rudal menjadi 2 kali lipat dibanding kecepatan dengan menggunakan bahan bakar rudal asal Prancis.
Amunisi Kaliber Besar
Sementara itu,PT Pindad sudah menguasai teknologi untuk amunisi kaliber kecil.Tahuntahun mendatang, PT Pindad akan mengembangkan amunisi kaliber besar. Menurut juru bicara PT Pindad Timbul Sitompul, amunisi kaliber 20 mm dan kaliber 120 mm telah dilakukan pengembangannya pada tahun 2009 ini.Kemudian pada 2010, PT Pindad merencanakan akan memproduksi amunisi kaliber 105 mm.
Selanjutnya pada 2011, akan dikembangkan warhead dan rudal dengan mode proximity fuse. Proximity fuse menyebabkan kepala rudal akan meledak pada jarak yang telah ditentukan dari target. Teknologi proximity fuse ini menggunakan kombinasi dari satu atau beberapa sensor di antaranya radar, sonar aktif, infra merah, magnet, foto elektrik.Tidak hanya itu,PT Pindad juga merencanakan akan memproduksi rudal darat pada tahun 2012 mendatang. (sofian dwi/pasti liberti)
sumber seputarindonesia
SUKSES mengembangkan RX420, bukan lantas Lapan berpuas diri. Akhir tahun ini, Lapan kembali mendesain RX520. Roket yang lebih besar dan memiliki daya jangkau lebih jauh dibanding RX420.
Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Soewarto Hardhienata mengatakan, RX520 siap terbang akhir 2010. RX520 ini memiliki spesifikasi yang lebih hebat ketimbang RX420.Sesuai desain awal,RX520 memiliki kecepatan maksimal 1,7 km/detik. RX520 ini memiliki panjang hingga 8,8 meter dengan bahan bakar propelan padat seperti jenis roket lain.
“Daya jangkau roket RX520 mencapai 200 km.Ini lebih jauh dua kali lipat dibanding RX420,” ujar Soewarto kepada Seputar Indonesia. Hanya saja, teknologi roket yang dikembangkan Lapan tidak untuk kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Roket buatan Lapan hanya untuk keperluan sipil yang akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit.
Untuk diketahui, Kamis (2/7), Lapan berhasil meluncurkan RX420,roket terbesar yang dibuat lembaga antariksa Indonesia. Roket RX-420 adalah roket dengan diameter 420 mm,panjang 6 m dan berbobot 1 ton.Roket ini menggunakan bahan bakar solid-komposit yang ketika diluncurkan ke angkasa memiliki jangkauan 100 km dengan kecepatan hingga 4,5 mack atau 4,5 kali kecepatan suara.
Saat peluncuran,roket eksperimen RX420 berdiri dengan sudut elevansi 70 derajat di lapangan desa Cilautereun Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut.Tak beberapalama,suararoketmenderu, diiringi kepulan asap putih membumbung. Hanya dalam hitungan detik,roket melesat ke angkasa. Lapan sendiri konsentrasi dalam pembuatan roket untuk keperluan sipil. Nantinya roket-roket buatan Lapan tersebut akan digunakan sebagai penunjang dalam mengorbitkan satelit milik Indonesia.
“Kapasitas roket buatan Lapan memang untuk keperluan sipil. Jadi kami fokus dalam membuat roket untuk mengorbitkan satelit,”tandasnya. Meski demikian, teknologi roket yang dibuat Lapan ini sudah bisa dikembangkan untuk membuat senjata pelindung alutsista. Jika Departemen Pertahanan (Dephan) mau mengadopsi teknologi yang dimiliki Lapan sebagai roket berhulu ledak, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi satu kekuatan yang ditakuti oleh bangsa-bangsa lain.
Soewarto sendiri secara terbuka menerima jika Dephan ingin bekerja sama mengembangkan dalam pembuatan rudal balistik dengan jangkauan yang lebih jauh.Untuk saat ini,sesuai dengan tugasnya, Lapan hanya membuat roket untuk keperluan sipil.Teknologi roket yang dikembangkan Lapan, pada dasarnya merupakan dual use, di mana bisa dipakai untuk keperluan sipil maupun militer.
Namun, Lapan sendiri hanya mengembangkan roket untuk keperluan sipil karena sesuai dengan kewenangannya. Sementara itu, jika untuk keperluan militer diserahkan kepada Dephan. “Kami memang pernah bekerja sama membuat roket kaliber 122 untuk TNI AL, tapi kewenangan dari Lapan sejatinya bukan itu. Kami hanya mengembangkan roket pendorong untuk satelit.Untuk keperluan militer, biar Dephan yang bicara,”paparnya.
Jika saja Lapan dan Dephan bersinergi membuat rudal balistik memakai RX520, bukan tidak mustahil rudal tersebut mampu menjadi senjata yang takuti. Dengan daya jelajah mencapai 200 km,senjata balistik ini akan mampu melindungi pulau-pulau di Indonesia.Bahkan jika peluncuran di lakukan di Batam, bukan tidak mustahil bisa menembus hingga Malaysia dan Singapura. Ketua Pokja Pertahanan Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan Indonesia memang sudah saatnya memiliki rudal berhulu ledak buatan sendiri.
Teknologi yang dimiliki Lapan, sudah bisa dipakai untuk membuat rudal balistik jarak menengah.“Indonesia harus mandiri. Dephan harus bekerja sama dengan Lapan membuat rudal berhulu ledak,”tuturnya. Tubagus mengatakan, keberhasilan Lapan menguji coba roketroketnya membuat Indonesia semakin ditakuti. Roket buatan Lapan tinggal dibekali hulu ledak di ujungnya dan menciptakan direksi untuk mengarahkan koordinat sasaran.
“Sebagai negara kepulauan,tentu dibutuhkan rudal yang mampu melindungi pulau-pulau tersebut dari serangan musuh,”lanjutnya. RoketbuatanLapanmerupakan teknologi hasil ciptaan ilmuwan Indonesia. Lapan bahkan menciptakan bahan bakar racikan ilmuwan Indonesia yang tak kalah dibanding buatan ilmuwan luar negeri. Bahan bakar racikan ilmuwan Lapan tersebut bahkan telah diuji coba di rudal exocet TNI yang tak terpakai. Hasilnya, kecepatan rudal menjadi 2 kali lipat dibanding kecepatan dengan menggunakan bahan bakar rudal asal Prancis.
Amunisi Kaliber Besar
Sementara itu,PT Pindad sudah menguasai teknologi untuk amunisi kaliber kecil.Tahuntahun mendatang, PT Pindad akan mengembangkan amunisi kaliber besar. Menurut juru bicara PT Pindad Timbul Sitompul, amunisi kaliber 20 mm dan kaliber 120 mm telah dilakukan pengembangannya pada tahun 2009 ini.Kemudian pada 2010, PT Pindad merencanakan akan memproduksi amunisi kaliber 105 mm.
Selanjutnya pada 2011, akan dikembangkan warhead dan rudal dengan mode proximity fuse. Proximity fuse menyebabkan kepala rudal akan meledak pada jarak yang telah ditentukan dari target. Teknologi proximity fuse ini menggunakan kombinasi dari satu atau beberapa sensor di antaranya radar, sonar aktif, infra merah, magnet, foto elektrik.Tidak hanya itu,PT Pindad juga merencanakan akan memproduksi rudal darat pada tahun 2012 mendatang. (sofian dwi/pasti liberti)
sumber seputarindonesia
Langganan:
Postingan (Atom)