24 September 2010

Olimpiade Astronomi dan Astrofisika : Indonesia Raih 3 Perak dan 2 Perunggu

Tim Indonesia berhasil memperoleh tiga medali perak dan dua perunggu di ajang Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrofisika ke-4 (4th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics/IOAA) tingkat pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang digelar di Beijing, Republik Rakyat China, 12-21 September 2010. Tim nasional Indonesia bersaing dengan 24 tim lainnya dari 22 negara untuk uji teori, pengamatan, praktik pengolahan data, dan kompetisi tim.

Perolehan medali perak tim Indonesia tersebut di antaranya diraih oleh Raymond Djajalaksana dari SMA IPEKA Sunter, Jakarta, Anas Maulidi Utama, SMA Negeri 5 Surabaya, Jawa Timur, serta Hans Triar Sutanto, SMAK 2 Petra Surabaya, Jawa Timur. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Ahmad Raditya Cahya dari SMA Negri 1 Yogyakarta dan Widya Ageng Setyo Tetuko, SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.

Kepala seksi Bakat dan Prestasi Siswa SMA Kemendiknas RI Suharlan kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (22/9/2010), mengungkapkan, dalam IOAA kali ini, tim Indonesia berada pada ranking ke-13 dari total 24 tim dari 22 negara. Sedangkan juara umum diraih oleh India dengan perolehan tiga emas dan dua perunggu. Salah seorang siswa dari India memperoleh Best Theory, sedangkan Best Practical dan Absolute Winner diraih oleh siswa dari Polandia.

Dr Suryadi Siregar, pimpinan tim Indonesia, menambahkan, bahwa penilaian untuk kategori team competition diambil dari kecepatan tim dalam merakit sebuah teleskop. "Tapi tidak hanya cepat, tapi teleskop juga harus terpasang dengan baik dan seimbang kedudukannya," ujar Suryadi.

Suryadi mengatakan, untuk kategori team competition dimenangkan oleh tim Thailand, sementara tim Indonesia meraih posisi kedua, dan Iran posisi ketiga. Menurutnya, perolehan nilai antar-peserta bersaing amat ketat.

"Di sini diperlukan tugas seorang team leader, karena selain ikut menganalisa soal-soal yang akan diujikan, posisinya juga harus bisa menerjemahkan soal ke dalam bahasa Indonesia, memeriksa hasil pekerjaan siswa Indonesia dan yang juga tidak kalah penting berdebat dengan juri memperjuangkan penilaian yang fair bagi siswa Indonesia," tambahnya.

Adapun evaluasi umum dari hasil tim Indonesia pada ajang IOAA ke-4 ini dikatakan lebih baik dari IOAA ke-3 di Iran. Para siswa telah dibekali oleh tim pelatih dari Program Studi Astronomi, FMIPA, ITB selama sekitar 4 bulan. Beberapa kekurangan seperti aspek psikologis siswa ketika mengukti tes, ketelitian dan beberapa materi yang perlu diperdalam akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih, agar di tahun-tahun berikutnya tim Indonesia dapat meraih hasil yang lebih baik.

"Memang tim India mempersiapkan siswanya dengan baik pada kategori Kompetisi Teori yang diakui oleh team leader India, tapi pada Kompetisi Analisa Data dan Observasi tim Indonesia dan India setara," lanjut Suryadi.

Di ajang ini, para peserta selain berkompetisi juga mengikuti kegiatan ceramah ilmiah dari Prof Richard de Grijs dari Peking University dan seorang profesor dari National Astronomy Observatory of China (NAOC) yang menjelaskan tentang proyek-proyek besar astronomi yang didanai oleh negara China. Para peserta juga dihibur dengan mengikuti tur ke Great Wall dan Forbidden City.

sumber kompas.com

Mahasiswa RI Raih Penghargaan Internasional Bidang Fisika

Ali Khumaeni, mahasiswa program master dari Fukui University, mendapatkan penghargaan best paper tingkat internasional bidang aplikasi "Laser-Induced Breakdown Spectroscopy" (LIBS) pada konferensi internasional LIBS ke-6 di Amerika Serikat pada September ini.

Makalahnya yang berjudul "Direct Analysis of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-Induced Metal-Assisted Gas Plasma at 1 atm by Introducing the Powder Particles into the Plasma" dinilai punya orisinalitas oleh para juri.

Menurut Khumaeni dalam surat elektroniknya, riset yang ia lakukan meneliti tentang kandungan nutrisi (seperti kalsium dan sodium) dalam makanan dan produk farmasi serbuk (seperti beras bubuk, tepung, dan multivitamin) dengan menggunakan teknik LIBS dengan memanfaatkan suatu metode baru bernama TEA CO2 laser.

Dengan metode baru itu, waktu analisis produk farmasi serbuk dapat dihemat karena dilakukan tanpa harus memadatkan contoh serbuk itu. Selain itu, dengan sensitifitas deteksi atom yang sangat tinggi, metode ini dapat mendeteksi atom-atom logam berat hingga konsentrasi sangat rendah sampai 1-10 ppm (part per million).

Khumaeni bergelar sarjana sains dari Universitas Diponegoro di bidang Fisika dengan skripsi yang juga membahas mengenai aser plasma spektroskopi di bawah bimbingan Prof. Dr. Wahyu Setiabudi, seorang profesor di Departemen Fisika Universitas Diponegoro dan Dr. Koo Hendrik Kurniawan, Kepala Maju Makmur Mandiri Research Center (M3RC) Jakarta Barat.

Di Indonesia, teknik ini bisa diaplikasikan di perusahaan-perusahaan makanan serbuk, farmasi dan obat-obatan untuk menganalisis persentase kandungan unsur di dalam makanan atau obat-obatan serbuk yang diperlukan tubuh dan menganalisis kemungkinan makanan atau obat-obatan mengandung atom-atom logam berat dengan konsentrasi tinggi.

Saat ini belum ada perusahaan di Indonesia yang menggunakan teknik LIBS. Mayoritas menggunakan X ray flouresecence (XRF) padahal teknik ini tidak bisa mendeteksi atom-atom ringan seperti boron yang kurang baik bagi tubuh jika terkandung dalam makanan dengan konsentrasi tinggi.

Pemuda kelahiran 14 Juli 1983 mengakui bahwa ide riset ini berasal dari pembimbingnya, Prof. Kiichiro Kagawa.

Walau mengalami kesulitan saat eksperimen untuk menghasilkan data garis emisi atom, tapi secara bertahap ia dan rekannya dapat mendeteksi atom logam berat hingga level 1-10 ppm.

Khumaeni melakukan riset ini bersama dengan tiga orang rekannya yaitu Zener Sukar Lie (mahasiswa doktor dari Indonesia), Tetsuya Yamamoto dan Keisuke Nakayama (Mahasiswa S1 dari Jepang).

Untuk rencana ke depannya, ia dan rekan akan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk mengaplikasikan metode ini. Sudah ada beberapa perusahaan di Jepang yang tertarik dan tidak tertutup kemungkinan melakukan kerja sama dengan perusahaan di Indonesia.

Penelitian lain Khumaeni di bidang spektroskopi juga sudah dimuat di berbagai jurnal internasional seperti Journal of Current Applied Physics dan Journal of Optics and Laser Technology.
(KR-DLN/A038)

sumber antaranews

Orang Kediri Sukses Di Jepang

Tapi cerita itulah yang terjadi pada diri Khoirul Anwar, dosen sekaligus peneliti asal Indonesia yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology, di Jepang.

Saat terdesak karena harus mengajukan tema penelitian untuk mendapatkan dana riset, Khoirul memeras otaknya. Akhirnya ide itu muncul juga dari Dragon Ball Z, film animasi Jepang yang kerap ia tonton.

Ketika Goku, tokoh utama Dragon Ball Z, hendak melayangkan jurus terdahsyatnya, 'Genki Dama' alias Spirit Ball, Goku akan menyerap semua energi mahluk hidup di alam, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa.

"Konsep itu saya turunkan formula matematikanya untuk diterapkan pada penelitian saya," kata Khoirul, kepada VIVAnews melalui surat elektroniknya, Jumat 13 Agustus 2010.

Maka inspirasi itu kini mewujud menjadi sebuah paper bertajuk "A Simple Turbo Equalization for Single Carrier Block Transmission without Guard Interval."

hoirul memisalkan jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.

Asisten Profesor berusia 31 tahun itu dapat mematahkan anggapan yang awalnya 'tak mungkin' di dunia telekomunikasi. Kini sebuah sinyal yang dikirimkan secara nirkabel, tak perlu lagi diperisai oleh guard interval (GI) untuk menjaganya kebal terhadap delay, pantulan, dan interferensi. Turbo equalizer-lah yang akan membatalkan interferensi sehingga receiver bisa menerima sinyal tanpa distorsi.

Dengan mengenyahkan GI, dan memanfaatkan dekoder turbo, secara teoritis malah bisa menghilangkan rugi daya transmisi karena tak perlu mengirimkan daya untuk GI. Hilangnya GI juga bisa diisi oleh parity bits yang bisa digunakan untuk memperbaiki kesalahan akibat distorsi (error correction coding).

"GI sebenarnya adalah sesuatu yang ‘tidak berguna’ di receiver selain hanya untuk menjadi pembatas. Jadi mengirimkan power untuk sesuatu yang ‘tidak berguna’ adalah sia-sia," kata Khoirul.

Gagasan ini sendiri, dikerjakan Khoirul bersama Tadashi Matsumoto, profesor utama di laboratorium tempat Khoirul bekerja. Saat itu ia dan Tadashi hendak mengajukan proyek ke Kinki Mobile Wireless Center.

Setelah menurunkan formula matematikanya secara konkrit, Khoirul meminta rekannya Hui Zhou, untuk membuat programnya.



Metode ini bisa dibilang mampu memecahkan problem transmisi nirkabel. Apalagi ia bisa diterapkan pada hampir semua sistem telekomunikasi, termasuk GSM (2G), CDMA (3G), dan cocok untuk diterapkan pada sistem 4G yang membutuhkan kinerja tinggi dengan tingkat kompleksitas rendah.

Ia juga bisa diterapkan Indonesia, terlebih di kota besar yang punya banyak gedung pencakar langit, maupun di daerah pegunungan. Sebab di daerah tadi biasanya gelombang yang ditransmisikan mengalami pantulan dan delay lebih panjang.

Tak heran bila temuan ini membesut penghargaan Best Paper untuk kategori Young Scientistpada Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan.

Kini hasil temuan yang telah dipatenkan itu digunakan oleh sebuah perusahaan elektronik besar asal Jepang. Bahkan teknologi ini juga tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi China, Huawei Technology.

***

Ini bukan sukses pertama bagi Khoirul. Pada 2006, pria asal Kediri, Jawa Timur itu juga telah menemukan cara mengurangi daya transmisi pada sistem multicarrier sepertiOrthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) dan Multi-carrier code division multiple access (MC-CDMA).

Caranya yaitu dengan memperkenalkan spreading code menggunakan Fast Fourier Transform sehingga kompleksitasnya menjadi sangat rendah. Dengan metode ini ia bisa mengurangi fluktuasi daya. Maka peralatan telekomunikasi yang digunakan tidak perlu menyediakan cadangan untuk daya yang tinggi.

Belakangan, temuan ini ia patenkan. Teknik ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Dan yang juga membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang ia patenkan itu.

Namun, putra dari pasangan (almarhum) Sudjianto dengan Siti Patmi itu, tak pernah lupa dengan asalnya. Hasil royalti paten pertamanya itu ia berikan untuk ibunya yang kini hidup bertani di Kediri. "Ini adalah sebagai bentuk penghargaan saya kepada orang tua, terutama Ibu," katanya.

Ayah Khoirul meninggal karena sakit, saat ia baru lulus SD pada 1990. Ibunyalah kemudian berusaha keras menyekolahkannya, walaupun kedua orang tuanya tidak ada yang lulus SD.

Sejak kecil, Khoirul hidup dalam kemiskinan. Tapi ada saja jalan baginya untuk terus menuntut ilmu. Misalkan, ketika melanjutkan SMA di Kediri, tiba-tiba ada orang yang menawarkan kos gratis untuknya.

Saat ia meneruskan kuliah di ITB Bandung, selama 4 tahun ia selalu mendapatkan beasiswa. "Orang tua saya tidak perlu mengirimkan uang lagi," kata Khoirul mengenang masa lalunya. Otaknya yang moncer terus membawa Khoirul ke pendidikan yang tinggi.

Ia mendapatkan beasiswa S2 dari Panasonic, dan selanjutnya beasiswa S3 dari perusahaan Jepang. "Alhamdulillah, meski saya bukan dari keluarga kaya, tetap bisa sekolah sampai S3. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada semua pemberi beasiswa." katanya.

***
Sukses di negeri orang tak membuatnya lupa dengan tanah kelahiran. "Suatu saat saya juga akan tetap pulang ke Indonesia. Setelah meraih ilmu yang banyak di luar negeri," kata Khoirul.

Di luar kehidupannya sebagai seorang periset, Khoirul juga mengajar dan membimbing mahasiswa master dan doktor. Kedalaman pengetahuan agama pria yang sempat menjadi takmir masjid di SMA-nya itu, juga membawanya sering didaulat memberi ceramah agama di Jepang, bahkan menjadi Khatib shalat Iedul Fitri.

Tak hanya itu, Khoirul juga kerap diundang memberikan kuliah kebudayaan Indonesia. "Keberadaaan kita di luar negeri tak berarti kita tidak cinta Indonesia, tapi justru kita sebagai duta Indonesia," kata dia.

Selama mengajar kebudayaan Indonesia, ia banyak mendengar berbagai komentar tentang tanah airnya. Ada yang memuji Indonesia, tentu, ada pula yang menghujat. Untuk yang terakhir itu, ia biasanya menjawab dalam bahasa Jepang: Indonesia ha mada ganbatteimasu (Indonesia sedang berusaha dan berjuang).

***
Kini, Khoirul tinggal di Nomi, Ishikawa, tak jauh dari tempat kerjanya, bersama istrinya, Sri Yayu Indriyani, dan tiga putra tercintanya. "Semua anak saya memenuhi formula deret aritmatika dengan beda 1.5 tahun," Khoirul menjelaskan.

Yang paling besar lahir di Kawasaki, Yokohama, berusia 7 tahun. Yang kedua lahir di Nara berusia 5,5 tahun, dan ketiga juga lahir di Nara, kini berusia 4 tahun. Ia tak sependapat dengan beberapa rekan Jepangnya, yang mengatakan kehadiran keluarga justru akan mengganggu risetnya.

Baginya keluarga banyak memberikan inspirasi dalam menemukan ide-ide baru. "Belakangan ini saya berhasil menemukan teknik baru dan sangat efisien untuk wireless network saat bermain dengan anak-anak," katanya.

Malahan, Khoirul sering mengajak anak-anaknya melakukan riset kecil-kecilan di rumahnya. Bersama anak-anaknya pula, Khoirul sering menyempatkan waktu menonton bersama, terutama film animasi kegemarannya: Dragon Ball Z, Kungfu Panda, Gibli, atau Detektif Conan.

"Film animasi mengajarkan anak kita nilai yang harus kita pahami dalam kehidupan," kata Khoirul. Film animasi Gibli, misalnya, banyak bercerita bagaimana seharusnya manusia bisa bersahabat dengan alam, tidak merusaknya, serta mencintai mahluk hidup.

Bahkan ide dan semangat baru terkadang muncul dari menonton film. Misalnya nilai kehidupan yang dia petik dari film Kungfu Panda: 'There is no secret ingredient, just believe'. "Nilai ini saya artikan bahwa tidak ada rahasia sukses, percayalah bahwa apapun yang kita kerjakan bisa membuat kita sukses." kata Khoirul.(np)


• VIVAnews

Tenun Indonesia Dikagumi di Athena

Pesona kain tenun Nusantara dari beberapa daerah di Indonesia turut menyemarakkan resepsi diplomatik di KBRI Athena belum lama ini.

"Sebanyak 50 kain tenun koleksi Ibu Anita Rusdi dan anggota Dharma Wanita KBRI Athena dipamerkan dalam acara itu," ujar Sekretaris Ketiga KBRI Athena Gina Fadilla dalam keterangan pers yang diterima Antara, Kamis (23/9/2010).

Menurut Gina Fadilla, acara resepsi peringatan HUT RI itu dihadiri sekitar 400 orang. Pelaksanaannya sengaja diundur mengingat tanggal 17 Agustus masih dalam suasana puasa Ramadhan dan umumnya pejabat Yunani dan kalangan korps diplomatik banyak yang libur panjang musim panas.

Para undangan umumnya merasa kagum atas dekorasi dan barang kerajinan seni yang dipamerkan, seperti patung burung Jetayu, ukiran, gamelan mini, wayang golek, lukisan yang ditata rapi dan dikombinasikan dengan kain tenun, serta kain batik koleksi pribadi istri Duta Besar RI itu.

Kepala Protokol Negara yang mewakili Pemerintah Yunani menyampaikan kekagumannya atas koleksi yang ditampilkan.

Dubes RI untuk Yunani Ahmad Rusdi mengatakan, penyelenggarakan resepsi ini bertujuan agar para tamu dan relasi dapat merasakan indahnya tatanan dekorasi Wisma Duta bernuansa kerajinan, barang seni, dan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Acara resepsi itu juga bertujuan agar para tamu undangan dapat mencicipi dan menikmati kuliner khas Nusantara, yang diracik juru masak dari Wisma Duta dan anggota Dharma Wanita dengan bantuan masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Athena.
Penulis: Jodhi Yudono | Editor: Jodhi Yudono | Sumber : ANT

22 September 2010

Kain Tenun Gedog Tembus Pasar Asia

Produk kerajinan kain tenun gedog Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang dipamerkan dalam gelar Teknologi Tepat Guna Nasioanl XII di Yogyakarta, 22-26 September 2010, sudah menembus pasar Asia.

Salah seorang perajin tenun gedog asal Tuban, Jawa Timur, Uswatun Hasanah, di Yogyakarta, Rabu, mengatakan, kain tenun gedog dari Tuban sudah merambah pasar beberapa negara di kawasan Asia, bahkan sebagian juga dipasarkan di Australia dan Belanda. "Setiap bulan rata-rata 300 lembar kain tenun gedog kami ekspor ke berbagai negara," katanya.

Sedangkan di dalam negeri sendiri, menurut dia kain tenun ini memiliki pasar di Jakarta, Bali, dan Batam.

Ia mengatakan kain tenun gedog dibuat dengan bahan baku utama berupa kapas yang dipintal menjadi benang. "Benang ini yang kemudian ditenun," katanya.

Menurut dia, harga kain tenun ini bervariasi, tergantung keaslian kain, dan pewarnaannya. "Harganya antara Rp60 ribu hingga Rp1 juta per lembar," katanya.

Uswatun Hasanah mengatakan yang membedakan antara tenun gedog dengan tenun lainnya adalah dari bahan bakunya. "Tenun gedog terbuat dari kapas putih dan kapas cokelat yang ditanam sendiri oleh warga setempat, kemudian kapas itu dipintal menjadi benang, dan selanjutnya ditenun," katanya.

Ia mengatakan sebagian besar warga Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki keterampilan menenun, terutama di kalangan orang tua. "Tenun gedog ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang warga di daerah itu, dan bahkan hampir setiap warga setempat memiliki alat untuk menenun yang digunakan secara manual," katanya.

Sedangkan pewarnaan kain tenun gedog, menurut dia masih menggunakan pewarna alami yang bahan bakunya diambil dari alam. "Kami masih menggunakan pewarna alami, karena bahan pewarna ini ramah lingkungan," katanya.

Menurut dia, konsumen kain tenun gedog banyak yang menyukai kain dengan pewarna alami.

Hal yang memprihatinkan, kata Uswatun, perajin kain tenun gedog saat ini mulai berkurang jumlahnya, karena sebagian beralih menekuni kerajinan batik.

"Saat ini sebagian besar perajin kain tenun gedog beralih menekuni kerajinan batik, karena peralatan maupun bahan baku untuk pembuatan kain batik lebih mudah diperoleh jika dibandingkan dengan kain tenun gedog," katanya.
Penulis: Jodhi Yudono | Editor: Jodhi Yudono | Sumber : ANT

25 Agustus 2010

Siswa Indonesia Raih Empat Emas di Olimpiade Fisika

Lima siswa SMA Indonesia yang meraih empat medali emas dan satu perak dalam Olimpiade Fisika Internasional 2010 mengatakan latihan intensif membantu mereka mendapatkan rekor tertinggi prestasi Indonesia sejak 2006. Lomba tersebut diikuti oleh 376 siswa dari 16 negara.

"Kami latihan soal dari Senin sampai Jumat dan hari Sabtu dan Minggu eksperimen dan begitu menjelang Olimpiade kami selalu latihan eksperimen," kata Muhammad Sohibul Maromi, salah seorang siswa yang mendapatkan medali emas dari SMAN 1 Pamekasan, Madura.

Sohibul, bersama Christian George Emor dari SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon, Sulawesi Utara, Kevin Soedyatmiko dari SMAN 12 Jakarta dan David Giovanni dari SMAK Penabur Gading, Serpong, meraih medali emas.

Sementara itu Ahmad Ataka Awwalur Rizqi dari SMAN 3 Yogyakarta mendapatkan perak dalam Olimpiade Fisika Internasional yang digelar di Zagreb, Kroatia, akhir Juli lalu.

Lima siswa SMA Indonesia ini dikirim melalui tim Olimpiade Fisika Indonesia, atau TOFI, setelah melalui training intensif selama delapan bulan. Koordinator TOFI, Hendra Kwee, mengatakan prestasi yang diraih para siswa tahun ini dengan empat emas merupakan yang tertinggi sejak 2006.

"Dari 376 siswa, ada sekitar 35 anak yang mendapat medali emas. Lomba terdiri dari dua bagian, teori 60an eksperimen 40Dari tiga puluh lima anak yang mendapat emas, empat dari Indonesia dan yang terbanyak lainnya dengan lima emas dari Cina, Taiwan dan Thailand," ujarnya, seperti dikutip "BBC".

Sumber : Pikiran Rakyat, 03/08/2010

23 Agustus 2010

Hebat, Indonesia Raih Prestasi Lagi!

Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) berhasil meraih dua medali perak dan satu perunggu di ajang International Olympiad in Informatics (Olimpiade Informatika Internasional) ke-22 yang berlangsung 14-21 Agustus 2010 di Waterloo, Kanada. Tim tiba di Jakarta, Minggu (22/8/2010) malam.

Di antara negara-negara maju yang sudah sangat melek teknologi itu, prestasi anak-anak ternyata masih diperhitungkan.
-- Suharlan

Tim Indonesia yang beranggotakan Alham Fikri Aji (SMA Negeri 1, Depok), Ashar Fuadi (SMA Negeri 1, Bogor), Christianto Handojo (SMA Kanisius, Jakarta), dan Harta Wijaya (SMA St Thomas, Medan) itu adalah empat siswa terbaik Indonesia. Mereka sukses membawa nama Indonesia dapat bersinar di antara 85 tim dari negara lain yang rata-rata berasal dari negara maju.
Kasi Bakat dan Prestasi Siswa-Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Suharlan, kepada Kompas.com di Jakarta, Senin (23/8/2010), mengatakan gembira atas pencapaian tersebut.
"Di antara negara-negara maju yang sudah sangat melek teknologi itu, prestasi anak-anak kita ternyata masih diperhitungkan dan mampu berbicara bahwa kita memang mampu," ujar Suharlan.

sumber kompas.com

Indonesia Pembawa Aspirasi Asia

INGGRIS kini memiliki pemerintahan baru di bawah koalisi Partai Konservatif dan Partai Liberal Demokrat. Pemerintahan koalisi ini adalah pertama kali dalam 60 tahun terakhir. Penguasa baru negeri itu bertekad meningkatkan hubungan lebih erat dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
“Pemerintah saat ini merasa dalam beberapa tahun terakhir Inggris lebih terfokus pada Eropa dan Amerika, dan kurang memberi fokus pada Asia - termasuk Asia Tenggara,” ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Martin Hatfull, saat berkunjung ke redaksi VIVAnews di Jakarta, Selasa 3 Agustus 2010.
Padahal, dia menambahkan, sejumlah negara di kawasan ini punya pengaruh besar baik ekonomi, dan politik. “Indonesia adalah salah satunya,” ujarnya.
Diplomat kelahiran 7 Juni 1957 itu juga memaparkan langkah Inggris dalam merekatkan hubungannya dengan Indonesia. Salah satunya, membantu Indonesia memperbaiki infrastruktur untuk menambah daya tarik para investor asing, termasuk para pengusaha dari Inggris.
Bagi Hatfull, Indonesia adalah tugas pertamanya sebagai Duta Besar Inggris, dan dia sudah menjalaninya selama dua tahun. Sebelumnya, ayah dua anak ini menjadi pejabat senior Kedutaan Besar Inggris di Jepang, dan pernah pula bertugas di Brussels, Belgia.
Selama sekitar satu jam, Hatfull tak saja membincangkan isu bilateral, tapi juga meladeni sejumlah pertanyaan pembaca VIVAnews dari laman jejaring sosial Twitter dan Facebook. Beragam pertanyaan muncul, dari badai matahari, program bea siswa, hingga klub sepak bola Inggris. Berikut petikan wawancara dengan Hatfull.
Inggris kini memiliki pemerintahan baru, koalisi Partai Konservatif dan Partai Liberal Demokrat. Apakah akan ada perubahan kebijakan luar negeri bagi Indonesia?
Pemerintahan koalisi kami menegaskan di level internasional Inggris berkeinginan memperkuat hubungan dengan negara-negara yang, kami anggap, sebagai kekuatan baru, dan itu termasuk Indonesia.
Pemerintah saat ini merasa bahwa dalam beberapa tahun terakhir Inggris lebih terfokus pada Eropa dan Amerika dan kurang memberi fokus pada Asia - termasuk Asia Tenggara. Padahal ada sejumlah negara di kawasan ini yang memiliki pengaruh ekonomi dan politik yang kian bertambah. Dan Indonesia adalah salah satunya.
Jadi kini ada keinginan yang kian kuat untuk melibatkan Indonesia sebagai mitra di banyak sektor. Salah satunya adalah hubungan ekonomi.
Kami telah melihat potensi ekonomi yang besar dari Indonesia, baik pasar, jumlah populasi, pertumbuhan ekonomi, dan prospek lain. Negeri Anda adalah salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Inggris selama ini mengandalkan ekspor, yang punya pengaruh 70 persen dari pertumbuhan ekonominya. Itulah sebabnya, kami perlu memperluas pasar, dan berharap bisa melakukan banyak hal di Indonesia.

Bagaimana Anda melihat pengaruh Indonesia di G-20 yang, seperti Anda tahu, juga melibatkan banyak negara dengan ekonomi dan politik lebih besar seperti Inggris, Amerika Serikat dan lainnya?
Setiap anggota, termasuk Indonesia, punya peran penting dalam G-20. Di forum, peran setiap anggota tidak semata-mata dilihat dari kapabilitas ekonomi. Semua anggota punya bobot suara dan peran yang sama. Walau kemampuan ekonominya relatif lebih rendah dari anggota lain, Indonesia tetap dianggap penting.
Kami memandang Indonesia membawa aspirasi dari kawasan Asia, terutama Asia Tenggara. Meskipun forum ini juga mengundang negara yang tengah menjabat sebagai ketua ASEAN. Indonesia selama ini melontarkan pandangan yang kuat, dan kami pun menanggapinya secara serius.
Bagaimana Inggris ingin menjadikan Indonesia sebagai salah satu target pasar utama?
Kami ingin menggalakkan perdagangan dan investasi dengan Indonesia sekaligus juga berupaya mengundang lebih banyak investor di sini untuk berbisnis di negara kami. Bagi Inggris, salah satu cara mengatasi masalah ekonomi adalah justru melakukan ekspansi pasar. Maka pemerintah membantu membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Inggris di luar negeri untuk mengembangkan usaha mereka.
Kendala yang sering dikeluhkan para investor maupun pebisnis asing adalah kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang layak di Indonesia. Apakah keluhan sama kerap dilontarkan para pengusaha Inggris?
Inggris memahami penyediaan infrastruktur yang layak adalah salah satu kendala bagi Indonesia mengundang lebih banyak pengusaha dan investor. Itu sebabnya kami mengajak perusahaan-perusahaan Inggris urut mendukung Indonesia dalam pembangunan infrastruktur yang memadai.
Salah satu yang kami pikirkan saat ini adalah pelabuhan. Kami harap jasa pelabuhan tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa, namun juga tempat lain seperti Sumatra dan Kalimantan.
Selain itu, listrik adalah infrastruktur yang harus terus diperbaiki. Indonesia saat ini masih perlu lebih banyak ketersediaan listrik.
Banyak pihak di Indonesia berharap Kedutaan Besar Inggris tidak saja meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, perdagangan, dan politik, tapi juga memfasilitasi hubungan antar warga kedua negara. Bagaimana Anda menyikapinya?
Hubungan antar warga memang kian penting bagi kedua negara.
Bagi saya, pendidikan merupakan elemen penting dalam menjalin hubungan antar warga. Itu sebabnya saya menyambut hasil dari program beasiswa Chevening, yang didukung pemerintah Inggris, kepada pelajar-pelajar Indonesia. Para alumni Chevening, dari kegiatan studi yang telah mereka tempuh, bisa memberi perspektif baik mengenai Inggris kepada publik di Indonesia dan juga sebaliknya.
Selain itu, kami juga tengah merintis program kerjasama antara lembaga-lembaga pendidikan di Inggris dengan Indonesia. Lembaga The British Council pun memiliki sejumlah program mempererat hubungan antar warga. Jadi, pemerintah bertugas membuka jalan, tapi saya berharap hubungan antar warga bisa dikembangkan secara spontan oleh publik.
Inggris turut terkena resesi keuangan global. PM David Cameron kabarnya akan mengetatkan anggaran. Selain itu, perusahaan energi terkemuka Inggris, BP, terlilit masalah akibat bocornya sumur minyak di perairan Amerika Serikat. Apakah situasi itu berdampak bagi program bantuan, semisal bea siswa?
Kementrian Luar Negeri Inggris, secara keseluruhan, harus mengalami penyesuaian dalam penyusunan anggaran pemerintah. Saya tidak tahu persis apakah ini juga berdampak bagi operasional tahunan misi kami di Indonesia.
Menteri Luar Negeri [William Hague] baru-baru ini mengkaji kembali program bea siswa Chevening bersama program lainnya. Beliau memutuskan Chevening adalah program yang bagus dan harus dipertahankan. Dia pun berkeinginan menggandeng lebih banyak pihak swasta turut mendukung pendanaan program ini.
Jelasnya, tahun ini kami tetap mempertahankan program Chevening, dan saya berharap dapat diteruskan pada tahun mendatang. Saya juga berharap Chevening terus menjadi salah satu elemen penting dalam mempererat hubungan kedua negara.
Dari laman jejaring sosial Twitter dan Facebook, kami menerima sejumlah pertanyaan dari sejumlah pembaca VIVAnews untuk Duta Besar Martin Hatfull:
@megimargiyono [via Twitter]; Apakah program Chevening akan dibuka lagi?
Eka Budiarti [via Facebook]; Bagaimana posisi pemerintah Inggris sehubungan dengan krisis yang dihadapi oleh BP? Dan apakah krisis BP juga akan berdampak pada beasiswa Chevening mengingat BP adalah salah satu sponsor chevening?
[Duta besar telah menjelaskan dua pertanyaan di atas bahwa tawaran program beasiswa Chevening tahun ini tetap berlanjut - Red]
@si_MIFY [via Twitter]; Apakah persamaan antara dua putra Pangeran Charles (William dan Harry) dengan kedua putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Agus dan Ibas)?
Sejujurnya saya tidak mengenal mereka semua secara pribadi. Yang bisa saya katakan adalah mereka semua berbuat yang terbaik bagi negara dengan cara mereka masing-masing. Mungkin ada saat-saat mereka merasa tidak leluasa karena status yang mereka sandang dan terus menjadi perhatian publik dan saya menaruh hormat kepada mereka semua.
@lalatimothy [via Twitter]; soal badai surya, yang menurut NASA (Badan Antariksa AS) akan menyebabkan Inggris mati lampu dan kehilangan jaringan komunikasi.
Wow, saya tidak menyangka bakal mendapat pertanyaan seperti ini. [sambil tertawa]. Menurut saya fenomena seperti itu membuat semua pihak harus bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk dalam menyikapi hal-hal yang di luar kuasa kita, seperti banjir atau gempa.
Terkait dengan hal itu, maka kita semua harus bijak menghadapi fenomena alam, terutama pemanasan global. Saya tidak tahu mengenai kabar badai matahari ini, namun pemanasan global itu sendiri tidak dapat diprediksi dan kita tidak mampu begitu saja mengatasinya.
Djoko Prasetyo Zx [via Facebook]; Musim baru Liga Premier Inggris tak lama lagi akan dimulai. Anda menyukai klub sepakbola mana?
Ini adalah pertanyaan yang harus saya, sebagai duta besar, tanggapi dengan hati-hati. Masalahnya kalau saya pilih salah satu klub besar –- apakah itu Manchester United, Chelsea, Arsenal, atau Liverpool – saya bakal dijauhi oleh mereka yang menyukai klub lain.
Mereka bisa saja dua pertiga penduduk dari negara saya atau, lebih penting lagi, setengah dari jumlah populasi di Indonesia.
Sebenarnya saya penggemar suatu klub kecil, yaitu Charlton Athletic, yang terletak di sebelah tenggara London. Klub itu sekarang terlempar di divisi bawah, tapi saya berharap mereka bisa bangkit lagi ke Liga Premier beberapa tahun ke depan. Sejak kecil saya mendukung Charlton dan bersama keluarga rutin menonton pertandingan mereka setiap sore di akhir pekan.
Terlepas dari itu, saya melihat bahwa antusiasme publik di Indonesia menggemari tayangan sepakbola Liga Premier Inggris sangat fantastis. Saya berharap antusiasme mereka atas Liga Premier membuat banyak khalayak menjadi lebih ingin tahu mengenai budaya masyarakat Inggris.
Apa tanggapan Anda atas populernya media sosial di internet, seperti laman jejaring sosial Facebook atau Twitter?
Pemerintah kami sangat menyadari betapa besarnya peran media sosial di internet. Lebih penting lagi, media itu tetap menjadi wahana yang bebas.
Kami menentang praktik sensor atau kontrol atas media dengan menggunakan isu-isu seperti pornografi, kekerasan ekstrem, atau isu-isu yang terkait dengan kriminalitas. Pelanggaran demikian bisa ditindak melalui perangkat hukum yang ada, dan telah diterapkan di banyak negara.
Namun, kami sangat menjunjung prinsip kebebasan berinternet, dan menentang upaya membungkamnya. Itu merupakan alat komunikasi yang kuat. Pemerintah kami, termasuk di Kementrian Luar Negeri, justru berupaya memanfaatkan media sosial di internet menyampaikan pesan kepada khalayak luas.
Apakah Anda punya akun pribadi di Twitter atau Facebook?
Tidak punya. Masalahnya, dengan tugas saya saat ini, saya tidak punya waktu untuk update status. Bisa-bisa saya hanya sempat membuka laman enam minggu sekali atau lebih, dan harus mengikuti banyak kabar. (np)
• VIVAnews

21 Agustus 2010

BJ Habibie, Si Jenius yang Terbang Tinggi

Anda orang Indonesia? Bila iya, apa yang menjadi kebanggaan Anda sebagai warga negara Indonesia? Mungkin akan sedikit bingung untuk menjawabnya. Banyak yang berkata negeri ini melimpah akan kekayaan alam, termasuk pendapat yang menyebut orang Indonesia dikenal ramah.


Tapi nyatanya ada pula sebagian orang yang kesal dengan bangsa ini utamanya pemerintah. Persoalan korupsi, kesejahteraan yang timpang dan kinerja pemerintah yang kerap disebut "pas-pas-an" kian menjadi cibiran masyarakat.

Kendati begitu, kita patut berbangga dengan Indonesia. Prestasi sejumlah anak bangsa di kancah Internasional buktinya. Sebut saja, Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal BJ Habibie. Presiden RI ke-3 ini punya prestasi gemilang di bidang transportasi yakni pesawat udara.

BJ Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Anak ke-4 dari delapan bersaudara ini memulai bangku kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule – Jerman pada 1955.

Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude. Selepas itu, Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg, sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang (1965-1969) dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973).

Kembali ke Indonesia, Habibie pun menyumbangkan ilmu yang dimiliki untuk kemajuan teknologi bangsa ini. Berdasarkan data dari sejumlah artikel media massa, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) pada 11 Oktober 1985. IPTN kemudian diresktrukturisasi menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Habibie dalam skala internasional terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130 (militer transport), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 (pesawat dangn teknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal), CN-235, dan CN-250 (pesawat dengan teknologi fly-by-wire). Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain Helikopter Jenis BO-105, pesawat tempur multi function, beberapa peluru kendali dan satelit.

Kejeniusan Habibie juga dibuktikan ketika menemukan teori-yang disebut dunia internasional sebagai teori-krack progression. Teori ini menemukan perhitungan titik rawan kelelahan badan pesawat.

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat.

Ketika menyentuh landasan, sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin ini menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (krack). Titik rambat tersebut semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang.

Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik krack (keretakan) itu bekerja. Dengan teori ini industri pembuat pesawat bisa mengerjakan badan pesawat dengan perhitungan yang lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

Atas berbagai prestasinya, Habibie mendapat ganjaran dengan sejumlah penghargaan di antaranya bidang kedirgantaraan, Theodhore van Karman Award, yang dianugerahkan oleh International Council for Aeronautical Sciences.

sumber Ferdinan - Okezone

20 Agustus 2010

Sri Lanka Tanah Airku, Indonesia Darahku

Dia mantan pejabat tinggi militer Sri Lanka. Dia keturunan Madura, dan seorang muslim seperti kebanyakan keturunan Melayu di negeri yang selama empat dekade dibelah konflik berkepanjangan antara Tamil melawan mayoritas Shinala itu.

Meskipun dia generasi kesepuluh keturunan Madura di Sri Lanka, dia tetap mangaku bangga dan rindu pada Madura, pada Indonesia.

Dia adalah Brigadir Jendral (purn) Tuan Samayraan Buhary Sally.

Semasa menjadi perwira pertama angkatan bersenjata Sri Lanka—waktu itu Ceylon—dia pernah ditugaskan ke Singapura dan Malaysia pada 1947, sementara sewaktu menyandang pangkat terakhir brigadir jenderal, dia sempat mengemban fungsi kepala staf angkatan darat sementara Sri Lanka.

"Saya rindu Indonesia," kata Sally usai mengikuti apel HUT Kemerdekaan RI ke 65 di Kedutaan Besar RI di Colombo, Selasa.

Dua fasih berbahasa Indonesia, tidak seperti keturunan Melayu dan Madura yang diundang Kedubes RI di Colombo, Selasa, yang sudah tak lagi mengenal bahasa Melayu.

Sally bercerita bahwa nenek moyangnya menentang kekuasaan Belanda di Nusantara dahulu sehingga diasingkan ke negeri pulau di selatan India itu.

"Waktu itu ada istilah `disailankan," kenangnya.

"Disailankan" berarti dibuang ke Sailan atau Ceylon—Sri Lanka sekarang—karena memberontak atau menentang kekuasaan pemerintahan kolonial Belanda.

Lain lagi cerita Tony Saldin, yang menjadi Presiden Sri Lanka Indonesia Frienship Association (SLIFA). Pria tampan berumur sekitar 60an ini mengaku dari generasi keenam keturunan Madura di Sri Lanka.

Dia mengaku terhanyut oleh hentakan penuh semangat lagu kebangsaan "Indonesia Raya."

"Sense of bravery (kesannya penuh bersemangat)," katanya.

Tidak seperti Sally, Tony relatif sering mengunjungi Indonesia, tetapi dia tidak sampai menyinggahi kampung halaman nenek moyangnya Madura.

"Saya hanya pergi ke Cirebon dan Jakarta," terang Tony dalam Bahasa Inggris dialek Sri Lanka.

Antusiasme dan ketertarikan pada Indonesia juga ditunjukkan DR. R.S. Drahaman, dokter spesialis bedah THT yang juga keturunan Madura.

Pria beranak dua beristrikan dokter gigi keturunan Melayu itu mengutarakan keingintahuannya untuk mengetahui lebih dalam Indonesia.

Ketika ANTARA menginformasikan kepadanya bahwa Madura dan Jawa kini dipersatukan jembatan terpanjang di Asia Tenggara (Jembatan Suramadu), Drahaman terhenyak.

"Oya? Saya sepertinya harus ke sana," katanya.

Ada keingintahuan dari mereka tentang Indonesia, tanah di mana nenek moyang mereka lahir dan dibesarkan.

Namun, dari antusiasme mereka mengikuti upacara 17 Agustus yang setiap tahun jarang sekali mereka lewatkan, warga Sri Lanka keturunan Indonesia tetap merasa dalam darahnya mengalir darah Indonesia.

"Ya, saya tidak memungkiri bahwa saya adalah keturunan Malay (Indonesia)," aku Sally.

Menurut statistik yang beredar di Sri Lanka, puluhan ribu keturunan Melayu (Indonesia) hidup di seantero Sri Lanka. Sementara warga Indonesia yang berada di negeri itu mencapai sekitar 200 orang.

Nuansa lain

Para diplomat Indonesia sendiri menangkap nuansa lain saat merayakan 17 Agustus di luar negeri, yang sering tidak mereka dapatkan ketika mereka merayakannya di dalam negeri.

"Kalau di Indonesia, saya jarang ikut lomba Agustusan, tapi di negeri orang kita malah selalu ingin mengikutinya," kata Rudy Kurniady, salah seorang dari empat orang diplomat muda yang ditempatkan di Sri Lanka.

Alumnus Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran ini kini menangani Colombo Plan, organisasi yang mempromosikan pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang. Di organisasi ini Rudy menjabat "Seconded Officer."

Lain lagi pengakuan Suhardi Tjondrosentono, Minister Councelor Politik pada Kedubes Indonesia di Sri Lanka.

Diplomat karir ini pernah ditempatkan di empat negara termasuk Korea Utara, sebelum kemudian menempati pos Sri Lanka. Suhardi membenarkan merayakan 17 Agustus di luar negeri memang senantias mengesankannya.

"Lain tempat lain kesannya," kata Suhardi menunjuk lima negara di mana dia ditugaskan oleh Kementerian Luar Negeri, termasuk Sri Lanka yang sekarang menjadi tempatnya bertugas.

Energi magnetis seremoni HUT Kemerdekaan RI juga dirasakan Muhammad Tahang, staf lokal yang bekerja lebih dari 20 tahun untuk Kedubes RI di Colombo.

"Ya jelas berbeda, apalagi saya sudah tinggal lama di sini," kata pria Makassar ini.

Tahang memiliki istri seorang Sri Lanka yang telah memberinya dua orang putra, masing-masing Syaiful Shafi (18) yang sedang berkuliah Manajemen Bisnis, dan Tania Tahang yang tengah memasuki kelas 2 SMA.

sumber http://oase.kompas.com/read/2010/08/18/17212258/Sri.Lanka.Tanah.Airku..Indonesia.Darahku

17 Agustus 2010

Bangun Kapal Perang, PT PAL Serap 1500 Tenaga

Kapal berbiaya US$ 220 juta ini akan selesai 4 tahun mendatang.

Indonesia baru saja meluncurkan pembangunan kapal perang 'Light Fregat-Perusak Kawal Rudal (PKR). Pembangunan yang akan dilakukan oleh PT PAL Surabaya dengan perusahaan galangan asal Belanda, Damen-Schelde ini diperkirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja.

"Pembangunan kapal perang modern ini akan menyerap 1500 tenaga kerja," kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro usai acara 'Peluncuran Rencana Pembangunan Kapal Perang PKR' di kantor Kemenhan, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010.

"Itu untuk satu kapal, kalau kita membuat dua kapal lebih maka akan banyak lagi membutuhkan tenaga kerja." Ia menambahkan.

Tenaga kerja yang terserap akan semakin banyak, tidak hanya tenaga kerja yang dipekerjakan di PT PAL saja. Menurut dia, pembangunan kapal ini juga akan menggerakkan sektor perekonomian lain.

Seperti suplai bahan baku dari industri penunjangnya. "Karena itulah kita komitmen untuk mengerjakannya di Indonesia," tuturnya.

Purnomo menambahkan, pembangunan kapal perang ini sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 1998. Namun, karena Indonesia mengalami krisis, rencana tersebut harus kandas terhempas bada krisis keuangan satu dasawarsa silam itu. namun, kini perekonomian Indonesia lambat laun telah pulih.

Kini saatnya rencana itu kembali diwujudkan dan diteruskan di waktu yang akan datang. "Tentu waktu pertama kali membangun kapal perang ini akan menemuai banyak hambatan dan permasalahan. Namun kita akan terus memperbaikinya di masa yang akan datang," kata dia. "Kita berharap terus mampu membangunnya."

Kapal perang yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar US$ 220 juta ini, ditargetkan selesai dalam waktu empat tahun mendatang. Menurut Purnomo, kapal perang ini nantinya menjadi kapal perang yang handal jika dibandingkan dengan kapal perang sejenis yang dimiliki oleh negara-negara tetanga.

"Kalau kita tempatkan di Laut Cina Selatan dan laut bagian timur Indonesia, akan menimbulkan efek gentar, bagi negara yaang mencoba mengganggu," kata dia.
Spesifikasi Kapal PKR
Kapal PKR dirancang untuk bisa digunakan dalam beberapa misi operasi, antara lain peperangan elektronika, peperangan anti udara, peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan, bantuan tembakan kapal. Kapal perang PKR juga dilengkapi dengan rudal SAM, SSM, dan rudal anti kapal selam.

Kapal tersebut dilengkapi dengan perlengkapan persenjataan diantaranya meriam kaliber 76 sampai 100 mm dan kaliber 20 sampai 30 mm, peluncur rudal ke udara, helipad di deck kapal, dan senjata torpedo serta perlengkapan pendukung lainnya.

Panjang keseluruhan kapal 105 meter, lebar 14 meter, kedalaman 8,8 meter, kecepatan 30/18/14 knot dengan kekuatan mesin utama 4 X 9.240 kekuatan kuda (horse power).
Kapal mampu menampung 100 hingga 120 awak kapal. Kapal ini juga mampu beroperasi hingga batar terluar Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, baik sendirian maupun mengawal kapal lainnya.
• VIVAnews